Praktisi kesehatan nilai Gorontalo harus evaluasi PSBB dengan cermat

id Evaluasi PSBB,covid-19 gorontalo

dr. AR.Mohammad, SpPD, FINASIM (kiri), praktisi kesehatan Provinsi Gorontalo bersama dokter lainnya pada pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah. (ANTARA/HO)

Gorontalo (ANTARA) - Praktisi kesehatan, mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Provinsi Gorontalo, dr A.R Mohammad, SpPD, FINASIM, menilai, Pemerintah Provinsi Gorontalo, harus melakukan evaluasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan cermat.

Waktu pelaksanaan PSBB akan berakhir 18 Mei, besok. Memasuki hari ke 14, banyak masyarakat bertanya-tanya apakah PSBB akan dilanjutkan, Untuk menjawab itu, kata Mohammad, di Gorontalo, Ahad, harus didahului dengan evaluasi tentang sejauh mana efektifitas PSBB selama 14 hari dari seluruh aspek.

Terutama di bidang kesehatan sebagai sektor utama dalam penanganan baik pencegahan maupun pengendalian pandemi COVID-19.

Dia mengatakan COVID-19 wajib dipandang sebagai persoalan kesehatan yang menjadi urusan prioritas sebab berdampak pada seluruh aspek kehidupan, merambah pada persoalan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Baca juga: Suami-istri pun tak boleh berboncengan selama PSBB di Gorontalo

Baca juga: Gorontalo mulai PSBB untuk kendalikan penularan COVID-19


Untuk menilai keberhasilan penanggulangan penularan infeksi virus Corona ini, Gugus Tugas Provinsi Gorontalo telah menetapkan target atau indikator yang harus dicapai selama 14 hari pelaksanaan PSBB berlangsung, baik secara epidimiologi maupun secara klinis.

Namun, faktanya selama pelaksanaan PSBB telah terjadi penambahan jumlah kasus COVID-19 dari 15 kasus sebelum pembatasan, menjadi 23 kasus atau bertambah 8 kasus positif COVID-19, dengan persentase kenaikan mencapai 35 persen.

Angka ini bukanlah angka yang kecil mengingat dalam waktu 14 hari pertambahannya cukup signifikan.

Dalam pandangan maupun penilaian sederhana, kata dokter yang populer di publik Gorontalo ini, bahwa indikator kesehatan dalam program PSBB belum menggembirakan dan masih memerlukan evaluasi yang cermat, mengapa selama penerapan PSBB justru terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan.

Evaluasi yang cermat tersebut, harus diprioritaskan pada bidang kesehatan dengan melibatkan semua unsur kesehatan yang ada, mengingat pandemi ini merupakan masalah bersama yang perlu dituntaskan secara keroyokan alias bersama-sama pula.

Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat pun sangat diharapkan, agar pemerintah dan Gugus Tugas tidak bekerja sendiri, untuk memutus penyebaran virus tersebut.

Terkait tindakan mengisolasi subjek baru pada kluster baru yang reaktif, meski tidak menunjukkan gejala klinis, harus dilakukan dengan cepat dan dengan cara yang tepat.*

Baca juga: Berlakukan PSBB, pasar mingguan di Gorontalo ditutup mulai besok

Baca juga: PSBB Gorontalo dimulai 4 Mei 2020

Pewarta : Susanti Sako
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar