Balikpapan tetap zona merah COVID-19, terjadi penularan setempat

id Balikpapan Tetap Zona Merah Sebab Penularan Setempat,covid balikpapan

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (ANTARA/Novi Abdi

Balikpapan (ANTARA) - Kota Balikpapan, Kalimantan Timur tetap berada dalam zona merah penularan COVID-19, karena terjadi kasus penularan setempat atau transmisi lokal.

"Meskipun angka terkonfirmasi positifnya sudah turun," kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Minggu.

Sebanyak 46 kasus positif COVID-19, saat ini tersisa 14 pasien yang dirawat di rumah sakit. Sedangkan 30 pasien positif lainnya, termasuk yang baru sembuh pada Minggu ini, sudah sudah boleh pulang.
Baca juga: RSKD Balikpapan gunakan TCM, hasil COVID-19 diketahui dalam 45 menit
 

Kasus terbaru penularan lokal adalah seorang pria berusia 70 tahun terkonfirmasi positif COVID-19, ditulari istrinya yang sebelumnya telah positif COVID-19 dan dirawat di rumah sakit.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, pasien pasangan suami istri tersebut kemungkinan besar tertular dari kelompok ibadah yang diikuti keduanya. Saat istrinya positif, sang suami juga segera menjadi orang dalam pengawasan (ODP) dan diisolasi di di wisma yang disediakan Pemkot Balikpapan.

"Setelah positif langsung kami pindahkan ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo," ujar Juliarty.

Sementara pasien yang dinyatakan sembuh adalah laki-laki berusia 19 tahun, berasal dari klaster Temboro, Magetan. Pasien ini boleh pulang setelah dua kali negatif dari tes cepat molekuler (TCM) di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).

"Pasien tersebut dengan kode BPN 38 yang dirawat sejak 28 April 2020 hasil swabnya dua kali negatif berturut-turut dari TCM RSKD, sehingga dinyatakan boleh pulang," ujar Juliarty.

Pada sisi lain, pemkot akan menggelar rapid test secara besar-besaran sebelum peringatan Kenaikan Isa Almasih dan Idul Fitri 1441 Hijriah ini. Tes terutama akan dilakukan kepada para petugas kedua perayaan tersebut, termasuk khatib, imam, pendeta, atau pastor, dan beberapa kelompok masyarakat yang dianggap rentan.

"Pemprov Kaltim menyediakan fasilitas untuk 2.000 tes," kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Wali Kota menegaskan, tes bertujuan untuk mendeteksi dini warga yang kemungkinan tertular, dan kemudian dapat segera dirawat.
Baca juga: Satu pasien positif COVID-19 di Balikpapan meninggal dunia


Pewarta : Novi Abdi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar