Jubir: Kasus positif COVID-19 bertambah 678 menjadi 25.216 orang

id COVID-19,Achmad Yurianto,Juru Bicara Pemerintah,Jubir COVID-19,Gugus Tugas COVID-19,Pandemi COVID-19,Penanganan COVID-19

Jubir: Kasus positif COVID-19 bertambah 678 menjadi 25.216 orang

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (29/5/2020). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan hingga Jumat pukul 12.00 WIB jumlah konfirmasi positif COVID-19 bertambah 678 orang menjadi 25.216 orang.

"Kasus tidak merata di 34 provinsi. Lima yang terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Papua, dan Sulawesi Selatan," kata Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB yang dipantau melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Jubir: Pasien COVID-19 sembuh bertambah 235 menjadi 5.877 orang

Yurianto mengatakan cukup banyak provinsi yang tidak ditemukan kasus positif, yaitu Aceh, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.

DKI Jakarta mengalami penambahan 125 kasus yang berasal dari pekerja migran yang kembali ke Tanah Air. Penambahan kasus tersebut bukan gambaran kasus secara kewilayahan di DKI Jakarta.

"Secara wilayah, DKI Jakarta cukup stabil," tuturnya.

Provinsi dengan penambahan kasus terbanyak kedua adalah Jawa Timur dengan 101 kasus, disusul Kalimantan Selatan dengan 74 kasus, Papua 56 kasus, dan Sulawesi Selatan 41 kasus.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 meningkat jadi 5.642 orang

Baca juga: Penularan COVID-19 terjadi bersamaan dengan pergerakan manusia


Yurianto mengatakan penambahan 678 kasus positif pada Jumat bukan gambaran keseluruhan wilayah Indonesia. Ada beberapa provinsi yang mulai melandai dan mengalami penurunan lebih dari 50 persen selama dua pekan sejak puncak kasus.

"Pemerintah akan terus melakukan kajian. Ada beberapa daerah yang dalam waktu dekat sudah mulai bisa melakukan kegiatan produktif, ada juga beberapa daerah yang mungkin baru bisa kemudian," katanya.

Sementara itu, data menunjukkan jumlah yang sembuh dari COVID-19 bertambah 252 menjadi 6.492 orang, dengan orang dalam pemantauan yang masih dipantau 49.212 orang dan pasien dalam pengawasan yang masih diawasi 12.499 orang.

Sedangkan kasus meninggal bertambah 24 orang, sehingga jumlah keseluruhan menjadi 1.520 orang.

Pemerintah telah melakukan pemeriksaan spesimen dengan menggunakan metode tes cepat maupun PCR 300.545 spesimen terhadap 205.165 orang dengan konfirmasi positif 25.216 orang dan negatif 179.949 orang.

Baca juga: Menunda kesenangan demi kemenangan

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar