Petugas gabungan tinjau Stasiun Sudirman pada jam pulang kantor

id PSBB transisi

Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara (kiri) bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto (kanan) saat meninjau Stasiun Sudirman di jam pulang kantor pada saat hari pertama PSBB transisi , Senin (8/6/2020) (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Petugas gabungan yakni pemerintah Jakarta Pusat, TNI, dan Polres Jakarta Pusat meninjau Stasiun Sudirman pada saat jam pulang kantor, hari pertama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, Senin petang.

"Hari ini kami menegakkan disiplin yaitu masalah protokol kesehatan. Kita lihat penumpang mulai hari ini sudah cukup padat dibandingkan kemarin pada saat PSBB, namun kami masih bisa mengontrol,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto saat ditemui di Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin.

Pada tinjauan itu, para petugas tampak mengimbau para penumpang kereta rel listrik (KRL) untuk menjaga kesehatan dengan menjalankan protokol yang telah ditentukan dalam Peraturan Gubernur 51/2020 tentang PSBB transisi.

Berdasarkan pantauan ANTARA para petugas tiga pilar yaitu mulai dari polisi, TNI, hingga Satpol PP pun berjaga dan mengimbau masyarakat yang baru datang ke dalam antrean masuk ke dalam Stasiun Sudirman untuk menjaga jarak.

Baca juga: Hari pertama pulang kerja PSBB transisi Stasiun Manggarai ramai
Baca juga: Disnakertrans-E keluarkan SK kuatkan protokol kesehatan PSBB transisi


Selain itu, ada juga petugas yang membawa pengeras suara mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan selama menjalani aktivitas di luar ruangan pada PSBB transisi.

Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara juga menyampaikan bahwa pusat-pusat keramaian seperti stasiun akan menjaga fokus penjagaan dari petugas keamanan agar dapat memperkecil potensi penyebaran COVID-19.

"KRL ini agak sedikit perlu menjadi perhatian kami. Karena cukup banyak para pekerja yang berangkat dari daerah (kota) penyangga, khususnya dari sini bisa arah ke Bekasi, ke Bogor, ini yang kami perhatikan juga,” kata Bayu.

Pergub DKI 51/2020 mencantumkan fase pertama untuk sektor-sektor yang dapat bergerak di masa PSBB transisi.

Aktivitas perkantoran adalah salah satu kegiatan yang diperbolehkan beroperasi mulai 8 Juni 2020 dengan syarat gedung perkantoran hanya menampung sebanyak 50 persen dari kapasitas maksimumnya.

Baca juga: Penumpang KRL tetap laksanakan anjuran jaga jarak fisik
Baca juga: Hari pertama kerja, penumpang padati Stasiun Tanah Abang



Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar