PPI Tiongkok punya ketua baru setelah tertunda COVID-19

id pelajar Indonesia, pelajar Indonesia di China, PPIT, Kongres PPIT

Kongres VII PPIT digelar secara daring dan sempat tertunda akibat COVID-19. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) akhirnya memiliki ketua umum yang baru setelah kongres sempat tertunda akibat wabah COVID-19.

Dalam Kongres PPIT melalui aplikasi Zoom yang berlangsung pada 30 Mei-7 Juni 2020, Nikkolai Ali Akbar Velayati dari PPIT Chongqing berhasil meperoleh 26 suara dari 29 cabang yang memiliki hak suara sekaligus mengalahkan Yovandra dari PPIT Wuhan yang hanya meraih tiga suara.

Nikko yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa kedokteran tahun kelima di Chongqing Medical University akan menduduki jabatan barunya itu untuk periode 2020-2022 menggantikan posisi Fadlan Muzakki yang pada tahun lalu terpilih sebagai Ketua Umum PPI Dunia.

Kongres VIII PPIT sesuai rencana diselenggarakan pada tanggal 1-3 Mei 2020 di Donghua University, Shanghai.

"Namun karena COVID-19 ini kami perlu penyesuaian sehingga bisa menggelar kongres secara online," kata Ketua Pelaksana Kongres VII PPIT Bagas Deka Kurtianto kepada ANTARA, Selasa.

Biayanya pun bisa ditekan dari yang semula dianggarkan 350.000 yuan atau sekitar Rp700 juta menjadi hanya 500 yuan (Rp1 juta).

Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi PPIT Periode 2018-2020 Sitti Marwah menambahkan bahwa meskipun dilakukan secara daring, antusiasme peserta tetap tinggi.

Hal itu dapat dilihat dari tingkat kehadiran peserta yang mencapai 150 orang dari 29 cabang yang tersebar di daratan China, termasuk Hong Kong.

Turut hadir secara virtual Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Yaya Sutarya.

Sebelum pemilihan, kedua kandidat menyampaikan visi dan misinya dilanjutkan tanya jawab dari pengurus pusat PPIT dan pengurus cabang.

Kongres tersebut juga mengagendakan laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2018-2020, pembahasan AD-ART, garis besar haluan organisasi, dan program kerja dua tahun mendatang.

Dua tahun yang lalu kongres digelar di Xiamen, Provinsi Fujian, yang ditutup dengan pertunjukan kolosal seni budaya Nusantara.

Baca juga: KBRI Beijing ingatkan pelajar Indonesia soal kuliah daring

Baca juga: Mahasiswa Indonesia yang dievakuasi dari Hubei mulai kuliah daring

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar