Tertarik pasar yang besar, Sharp Indonesia incar ponsel kelas atas

id sharp indonesia,smartphone,ponsel pintal,sharp aquos

Assistant GM AUVI Product Strategy PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Ardy sedang memaparkan rencana bisnis smartphone terbarunya secara daring di Jakarta, Rabu (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

Jakarta (ANTARA) - Produsen elektronik Jepang yang memiliki basis produksi di Indonesia, Sharp, meluncurkan dua telepon selular atau ponsel pintar (smartphone) yang membidik pasar kelas atas meskipun wabah Virus Corona masih berlangsung.

Presdir PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Shinji Teraoka mengatakan hal itu dilakukan untuk memperkuat bisnis Sharp di Indonesia yang mengarah ke Artificial Intelligence of Things (AIoT).

"Setelah Sharp punya banyak kategori TV, mesin cuci, lemari es, dan lainnya, kini kami masuk kategori baru AIoT," katanya peluncuran smartphone Sharp Aquos Zero 2 dan Sharp Aquos R3 secara virtual se Jakarta, Rabu.

Asisten GM Strategi Produk AUVI SEID Ardy mengungkap alasan Sharp masuk ke bisnis ponsel, setelah menjadi pemimpin pasar pada barang elektronik. Pertama, kata dia, pasar ponsel di Indonesia sebelum pandemi COVID-19 mencapai 3-4 juta unit per bulan.

"Itu 'kue' yang besar yang menarik pemain di bisnis ini," katanya. Apalagi, lanjut dia, Sharp secara global juga pemain ponsel dan pionir dalam kehandalan panel layar ponsel.
 
Smartphone Sharp Aquos yang diluncurkan secara daring oleh PT Sharp Electronics Indonesia, di Jakarta, Rabu (ANTARA/HO/SEID)


Hal lain yang membuat SEID tertarik dan percaya diri masuk pasar smartphone di Indonesia adalah merek Sharp yang kuat di negeri ini. "Dengan merek yang cukup kuat, kami berharap bisa diterima di pasar smartphone Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, SEID membidik kalangan muda direntang usia 25-45 tahun, terutama mereka yang suka games dan content creator karena fitur kedua smartphone dengan resolusi yang tinggi, prosesor yang handal, serta teknologi suara Dolby Atmos, mendukung hal itu.

Ia menjelaskan Sharp Aquos Zero 2 menghadirkan spesifikasi yang belum pernah ada di Indonesia maupun di dunia antara lain memiliki berat 141 gram, di lengkapi layar refresh rate 240 Hz yang juga pertama di dunia dan didukung touch sampling rate 240Hz layar OLED 6,4 inci dengan respon cepat. Sementara Sharp Aquos R3 dilengkapi  fitur Pro IGZO Reality Display yang mampu menampilkan satu miliar warna berbeda dengan resolusi 3.120 x 1.440 pixel dengan  refresh rate layar 120 Hz, serta  fitur ProPix2 AI Reality Camera bisa memberikan hasil foto dan video sesuai warna aslinya.

"Selain itu konsumen smartphone di Indonesia mudah bosan dan suka berganti model," katanya.

SEID membidik angka 15.000 unit penjualan sampai akhir tahun ini. "Kali ini kami lebih fokus, dan memasarkan langsung, tanpa melalui pihak ketiga," tambah Senior GM Pemasaran Domestik SEID Andry Adi Utomo.

Ponsel anyar tersebut dibandrol dengan harga Rp12.999.000 untuk Sharp Aquos Zero 2 dan Sharp Aquos R3 dengan harga Rp10.999.000 per unit.

Baca juga: Sharp Indonesia catat penjualan tumbuh positif saat pandemi COVID-19

Baca juga: Sharp Indonesia donasi masker N-95 untuk tenaga medis di Jakarta

 

Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar