Harga emas "rebound," naik 19,1 dolar di tengah aksi jual saham global

id harga emas,emas berjangka,bursa comex,dolar

Dokumentasi - Seorang karyawan menempatkan emas batangan di brankas Bank Nasional Kazakhstan di Almaty, Kazakhstan, Jumat (30/9/2016). ANTARA/REUTERS/Mariya Gordeyeva/am.

Chicago (ANTARA) - Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) rebound dari penurunan hari sebelumnya, ditopang aksi jual besar-besar di pasar saham global menyusul kekhawatiran gelombang baru infeksi Virus Corona dan janji Federal Reserve (Fed) AS untuk mempertahankan suku bunga rendah.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 19,1 dolar AS atau 1,11 persen, menjadi ditutup pada 1.739,8 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka turun 1,2 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.720,70 dolar AS.

"Anda memiliki banyak infeksi baru, yang tampaknya membuat investor sedikit ketakutan sehingga cukup banyak orang menghindari risiko (risk-off) dan pada dasarnya mereka menjual segalanya, kecuali dolar dan gas alam," kata Kepala Pedagang US Global Investors, Michael Matousek, seperti dikutip oleh Reuters.

Indeks pasar saham utama di seluruh dunia jatuh pada Kamis (11/6/2020), karena kekhawatiran atas gelombang kedua infeksi COVID-19 menyapu pasar ekuitas.

Baca juga: Saham Inggris jatuh lagi, Indeks FTSE 100 terpuruk 3,99 persen

Baca juga: Saham Spanyol tumbang, Indeks IBEX 35 anjlok 385,90 poin


Harga emas juga mendapat dukungan ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) merilis pernyataan setelah penutupan pasar pada Rabu (10/6/2020), mengatakan mereka memperkirakan ekonomi AS menyusut sebesar 6,5 persen pada 2020, dan tingkat pengangguran sebesar 9,3 persen pada akhir tahun ini.

Federal Reserve AS juga berjanji akan mempertahankan suku bunga rendah. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa ia memperkirakan suku bunga akan tetap mendekati nol hingga 2022, membuat emas terus mendekati level tertinggi dalam lebih dari seminggu.

Namun kenaikan harga emas lebih lanjut tertahan karena dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya, mendapat manfaat dari arus safe-haven ketika Wall Street merosot di tengah laporan kenaikan kasus virus ketika sebagian besar negara bagian AS dibuka kembali.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 9,3 sen atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 17,899 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 22 dolar AS atau 2,6 persen, menjadi menetap pada 824 dolar AS per ounce.

Baca juga: Semua saham unggulan Prancis jatuh, Indeks CAC 40 menukik 4,71 persen

Baca juga: Saham Jerman rontok 4 hari beruntun, Indeks DAX 30 anjlok 559,87 poin


 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar