Lippo Malls batasi kapasitas pengunjung secara elektronik

id mall jakarta,Lippo mall,Lippo malls

Lippo Malls batasi kapasitas pengunjung secara elektronik

Marka jaga jarak fisik di eskalator salah satu mal yang dikelola Lippo Malls Indonesia. (HO Lippo Malls)

Jakarta (ANTARA) - Lippo Malls membatasi kapasitas pengunjung secara elektronik di seluruh mal yang dikelola seiring dengan dibukanya pengoperasian pusat perbelanjaan di DKI Jakarta.

Pembukaan pusat perbelanjaan mengacu kepada Pergub Nomor 51/ 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi.

"Kami punya smart counter di pintu masuk yang dapat menginformasikan jumlah pengunjung di dalam mal. Kalau nanti sudah 50 persen maka pengunjung berikutnya diminta menunggu di tempat yang telah disediakan," kata Corporate PR & Reputation Management Lippo Malls Indonesia, Nidia N Ichsan saat dihubungi, Senin.

Seluruh mal yang dikelola Lippo Malls di wilayah DKI seperti Cibubur Junction, Gajah Mada Plaza, Lippo Mall Kemang, Lippo Mall Puri, Lippo Plaza KramatJati, Plaza Semanggi, Pluit Village, dan Tamini Square telah beroperasi dari pukul 12.00 WIB sampai 20.00 WIB.

Namun demikian untuk tenant seperti bioskop, tempat bermain anak, pusat kebugaran, salon kecantikan dan potong rambut belum beroperasi dan akan menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta agar dapat beroperasi kembali.

Baca juga: Pusat perbelanjaan ditindak tegas jika langgar protokol kesehatan
Baca juga: Mal di Jakarta mulai buka, pengunjung harus ikuti sederet protokol
Baca juga: Hippindo: rencana pembukaan mal beri efek penyerapan tenaga kerja


Selain menerapkan pembatasan kapasitas 50 persen secara elektronik, Lippo Malls juga memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat meliputi pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk mal dengan batas maksimal 37,5 derajat Celsius.

Selain itu mewajibkan penggunaan masker, menyediakan fasilitas hand sanitizer tanpa kontak tangan, prosedur jaga jarak serta penggunaan lift tanpa kontak tangan.

Lippo Malls Indonesia juga secara berkesinambungan menyampaikan imbauan untuk bertransaksi nontunai serta mengarahkan petugas keamanan agar jangan sampai terjadi kerumunan.

Pemberlakuan kapasitas pengunjung juga dilaksanakan di masing-masing tenant, sebagai contoh restoran kalau memang sudah penuh maka pengunjung diminta untuk menunggu di luar atau mencari restoran lain.

Kemudian untuk menjamin keamanan, seluruh tenant telah diminta melakukan rapid test terhadap karyawannya untuk memastikan semuanya bebas dari COVID-19.

"Kita tentunya tidak tahu selama mal tidak beroperasi, karyawannya kemana. Bisa saja kemarin ikut mudik. Ini yang kita waspadai," ujar dia.

Di beberapa mal juga dilengkapi dengan dengan alat UV sterilizer untuk membersihkan area railing mal sehingga area tersebut tetap higienis.

"Kami juga memiliki tim task force yang telah dilatih secara profesional untuk menganalisa penularan baik dari pengunjung maupun karyawan," kata Nidia.

Pewarta : Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar