Kemarin, dana talangan Garuda hingga ASEAN sepakati "travel bubble"

id Telkom, travel bubble,ASEAN, BKPM, investasi

Kemarin, dana talangan Garuda hingga ASEAN sepakati "travel bubble"

Industri pariwisata ASEAN sepakat untuk mengembangkan “travel bubble” (Birkom Kemenparekraf)

Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa ekonomi direkam dan disiarkan Kantor Berita ANTARA pada Jumat (19/6/2020), seperti PT Garuda Indonesia Persero Tbk yang belum menerima dana talangan dari pemerintah sebesar Rp8,5 triliun, hingga ASEAN yang menyepakati konsep pariwisata “travel bubble” atau perjalanan lintas negara di tengah pandemi.

Berikut rangkuman informasi ekonomi tersebut yang masih layak dibaca pada akhir pekan ini

Dirut Garuda sebut belum terima dana talangan pemerintah Rp8,5 triliun

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan hingga kini pihaknya belum menerima dana talangan dari pemerintah sebesar Rp8,5 triliun untuk mengatasi dampak keuangan yang dialami perusahaan akibat pandemi COVID-19.

Sejak awal Juni, Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN memutuskan untuk memberi dana talangan kepada Garuda sebagai modal kerja agar perusahaan dapat memperlancar arus kas yang terhambat akibat pandemi COVID-19.

"Dengan segala macam alasannya, kita sebagai penerima tetap prosesnya sampai sekarang masih berlangsung. Dana talangan itu, masih insya Allah belum, Alhamdulillah," kata Irfan dalam webinar The 17th Industry Roundtable Transportation Industry yang digelar oleh MarkPlus, Jumat.

Baca selengkapnya di sini

Selama pandemi COVID-19, sebanyak 301.115 UMKM beralih ke digital

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat sebanyak 301.115 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) beralih ke usaha digital selama pandemi COVID-19.

“Sejak 14 Mei hingga 9 Juni 2020 ada 301.115 UMKM yang bertransformasi digital,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar adaptasi UMKM hadapi normal baru di Jakarta, Jumat.

Baca selengkapnya di sini

RUPST Telkom setujui pembagian dividen Rp15,26 triliun

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyetujui membagikan dividen sebesar Rp15,26 triliun atau 81,78 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2019.

"Rapat menyetujui payout ratio sebesar 81,78 persen, dengan rincian 60 persen atau sebesar Rp11,20 triliun merupakan dividen tunai dan 21,78 persen atau Rp4,06 triliun merupakan dividen spesial," papar Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah di Jakarta, Jumat.

Baca selengkapnya di sini

Corona belum berakhir, Bahlil akan revisi lagi realisasi investasi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya akan kembali merevisi target realisasi investasi 2020 menyusul belum juga ada tanda berakhirnya virus corona jenis baru atau COVID-19 di Indonesia hingga saat ini.

Bahlil dalam diskusi bertajuk Merayu Investor Datang Kembali di Jakarta, Jumat, mengatakan sebelum datangnya COVID-19, target realisasi investasi 2020 sebesar Rp886,1 triliun dalam RAPBN 2020.

Baca selengkapnya di sini

Industri pariwisata ASEAN sepakat untuk mengembangkan "travel bubble"

Industri pariwisata di kawasan ASEAN sepakat mengembangkan konsep kerja sama travel bubble atau perjalanan lintas negara di tengah pandemi.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, mengatakan pariwisata adalah sektor yang sangat terpukul akibat pandemi.

Baca selengkapnya di sini

 

 


Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar