Diskop Sulsel gelar pelatihan online tangani dampak COVID-19 bagi UMKM

id Diskop dan UMKM Sulsel, Pemprov Sulsel,umkm sulsel

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel Abdul Malik Faisal. (ANTARA/Nur Suhra Wardyah)

Makassar (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop dan UMKM) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pelatihan online secara berkelanjutan sebagai upaya agar pelaku usaha kecil menengah (UKM) tetap bisa meneruskan usahanya di masa pandemik COVID-19 ini.

"Pelatihan UMKM tetap jalan, hari ini juga ada pelatihan. Kami melakukan pelatihan dengan mempersiapkan UKM yang bisa berlari setelah pandemik ini berakhir, difasilitasi oleh pendamping KUMKM Provinsi Sulsel," kata Kepala Diskop dan UMKM Sulsel Abdul Malik Faisal, di Makassar, Senin.

Menurutnya, pelatihan online juga menjadi solusi bagi UKM menghadapi kebijakan pemerintah yang menganjurkan pembatasan sosial sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah COVID-19.

Menurut Malik Faisal, tidak dipungkiri bahwa kebijakan ini sangat berimbas kepada para pelaku UMKM dan mengakibatkan perekonomian semakin lesu akibat dari aktivitas masyarakat yang menurun.
Baca juga: BP Jamsostek sosialisasi program sasar pelaku UMKM Sulsel

Seperti yang terjadi di warung kopi atau kedai di Kota Makassar. Masa transisi saat ini belum memberikan angin segar bagi pemiliknya. "Masih berlaku pembatasan sesuai protokol kesehatan, jadi warkop buka untuk bertahan saja, menyelamatkan tenaga kerjanya, tidak untuk cari profit," ujarnya pula.

Fenomena lain yang terjadi saat ini, lanjut Malik Faisal, adalah terdapat permintaan yang tinggi pada UKM di bidang konveksi, khususnya dalam hal pencegahan COVID-19 seperti penggunaan masker.

"Penjualan produk terkait pencegahan COVID-19 cukup tinggi di masa sekarang, seperti masker, face shield, tempat cuci tangan, herbal oil antivirus Corona dan lainnya," ujar Malik Faisal.

Menurut dia, peran Diskop dan UMKM saat ini tetap menjadi jembatan antara pihak konveksi dan pelanggan, sekaligus menggerakkan dan melibatkan banyak UKM agar tidak menggunakan waktu lama pada proses pembuatan beragam alat pelindung diri (APD).

"Kalau ada yang order pasti akan melibatkan banyak UKM konveksi agar bisa cepat selesai pembuatannya dengan standar dan kualitas yang sama," ujarnya lagi.

Menurut Malik Faisal, terkait dampak ekonomi wabah Virus Corona, pemerintah provinsi hingga hari ini masih fokus pada penanganan kesehatan, delum pada penanganan dampak ekonomi pascapandemi COVID-19, sehingga untuk penanganan ekonomi diberikan kesempatan terlebih dahulu kepada pemerintah kabupaten/kota sesuai kondisi daerahnya.

Diskop dan UMKM Sulsel juga tetap melakukan tugas-tugas rutin sembari mencari solusi melalui konseling untuk koperasi yang belum melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) atau ada masalah karena kondisi COVID-19.

"Tetapi kami bersyukur karena sebagian besar koperasi di Sulsel tidak cengeng, selama mereka bisa selesaikan sendiri masalahnya, mereka tidak minta bantuan pemerintah," ujarnya pula.
Baca juga: Bukalapak jajaki kerjasama Pemprov Sulsel pasarkan produk UMKM

Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar