Ricciardo terbuka matanya soal rasisme menyusul komentar Hamilton

id formula1,formula one,daniel ricciardo,blacklivesmatter,george floyd

Daniel Ricciardo (www.renaultsport.com)

Jakarta (ANTARA) - Daniel Ricciardo mengaku komentar Lewis Hamilton soal rasisme telah membuka matanya dan memberi pelajaran bagaimana sebaiknya menyikapi hal tersebut.

Hamilton, juara dunia enam kali sekaligus satu-satunya pebalap kulit hitam di F1 saat ini, belakangan paling vokal menyuarakan dukungannya terhadap gerakan #BlackLivesMatter menyusul kematian George Floyd di Amerika Serikat.

Sang pebalap Mercedes itu menulis," Aku melihat kalian yang tetap diam, beberapa dari kalian adalah bintang besar dan kalian tetap diam di tengah ketidakadilan. Tak ada tanda tadi siapa pun di industriku yang tentunya adalah olahraga yang didominasi (kulit) putih."

Hamilton bahkan turun langsung ke jalanan London untuk ikut aksi damai #BlackLivesMatter di Hyde Park.

Baca juga: Ricciardo ungkap alasan di balik keputusannya pindah ke McLaren
Baca juga: F1 luncurkan insiatif perangi COVID-19, rasisme, dan inekualitas
Baca juga: Lando Norris di-unfollow fans gara-gara dukung protes Floyd


Kepada Sky Sports F1, Ricciardo mengatakan jika diam terhadap rasisme "adalah bagian dari masalah."

"Aku sangat belajar banyak dalam beberapa pekan terakhir," kata Ricciardo seperti dikutip laman resmi Formula 1, Rabu.

"Aku telah membaca, melihat dan ini membuka mataku. Aku belajar jika menganggap dirimu bukan orang rasis atau suka konflik, itu saja tidak cukup. Kalian harus bersuara, kalian harus mengedukasi diri kalian dan orang lain yang ada di sekitar kalian karena apa yang aku pahami adalah, diam merupakan bagian dari masalah."
 


"Bagaimana aku bisa sangat naif terhadap semua yang telah terjadi? Dan itu bukan hanya beberapa pekan lalu, tapi berbulan-bulan bahkan tahunan," kata dia.

"Bagus pada akhirnya dunia semakin melihat itu dan orang-orang yang berada di baliknya.

"Juga, pahami jika bersuara itu tidak apa-apa, kalian tak akan dihakimi, kalian tak akan dikritik, dan aku rasa karena banyaknya orang yang terlibat, dan semua ras terlibat, ini menjadi sangat kuat."

Sang pebalap Australia itu juga mengomentari inisiatif #WeRaceAsOne yang digagas F1 sebagai awal dari olahraga balap itu menjadi akuntabel dan lebih mempromosikan keberagaman.

Baca juga: Hamilton nantikan mobil Mercedes yang lebih kencang
Baca juga: MotoGP dan Formula 1 restart, berikut komparasi jadwalnya
Baca juga: Formula 1 tiadakan perayaan podium karena pandemi

 

Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar