AS lindungi industri lobster, ancam tarif produk laut China

id industri lobster,china,amerika serikat

Ilustrasi - Lobster. (en.wikipedia.org)

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah memorandum yang bertujuan melindungi nelayan lobster Amerika Serikat di tengah pasar ekspor yang lesu.

Penasihat senior Gedung Putih mengatakan pada hari Rabu (24/6)  bahwa China bisa menghadapi tarif baru yang dikenakan oleh AS.

"Jika komitmen pembelian itu tidak dipenuhi, Perwakilan Dagang Amerika Serikat telah diarahkan untuk menggunakan kebijaksanaannya untuk mengenakan ... tarif timbal balik pada industri makanan laut China," penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro mengatakan kepada wartawan merujuk pada 150 juta dolar AS mengenai pembelian yang dibuat Beijing berdasarkan apa yang disebut kesepakatan perdagangan Fase 1 AS-Cina.

Baca juga: Trump: AS, China segera mulai perundingan dagang Tahap Kedua
Baca juga: China kemungkinan terapkan sanksi perdagangan ke AS 3,5 miliar dolar


Dalam memorandum itu, Trump juga mengarahkan Departemen Pertanian AS untuk memberi nelayan lobster bantuan yang sama dengan bagian lain dari sektor pertanian yang diterima untuk melindungi mereka dari praktik perdagangan berbahaya, kata Navarro.

Dia mengatakan bahwa bantuan akan berlaku surut untuk kerugian yang telah mereka derita karena praktik perdagangan China.

Navarro mengatakan, memorandum itu juga meminta perwakilan perdagangan AS untuk mengajukan rekomendasi selama 90 hari ke depan tentang cara mengatasi hilangnya pangsa pasar yang dihadapi nelayan lobster Amerika karena perjanjian perdagangan Kanada-Eropa yang telah membantu pesaing Kanada.

"Kami telah melihat perpindahan ekspor yang luar biasa," katanya kepada wartawan di Gedung Putih.

Reuters

Baca juga: Penasihat perdagangan AS sebut perjanjian perdagangan China "berakhir"
Baca juga: Amerika Serikat dan China tanda tangani perjanjian perdagangan fase 1

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar