WHO: 226.000 kematian COVID-19 terjadi di Amerika

id Carissa Etienne, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kawasan Amerika,226.000 kematian COVID-19

Beberapa orang memakai masker saat berjalan di dermaga, ditengah pandemi virus corona (COVID-19) di Oceanside, California, Amerika Serikat, Senin (22/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Blake/foc/djo

Brasilia (ANTARA) - Hampir setengah dari seluruh kasus COVID-19 di dunia dapat dijumpai di benua Amerika dan jumlahnya terus melonjak, demikian direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kawasan Amerika, Carissa Etienne pada Rabu.

Hingga 23 Juni terdapat lebih dari 4,5 juta kasus COVID-19 dan 226.000 kematian yang dilaporkan di benua Amerika, katanya saat konferensi pers virtual dari Wshington.

Di Amerika dan Karibia saja, kasus COVID-19 meningkat tiga kali lipat dari 690.000 sebulan yang lalu menjadi 2 juta.

Kini terjadi transmisi luas di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, sampai akhir pekan ini, dengan Brazil melampaui 1 juta kasus COVID-19, menyusul Amerika Serikat sebagai negara satu-satunya di dunia yang mencatat kasus tujuh digit.

Baca juga: Prediksi kematian akibat corona di AS mendekati 135 ribu pada Agustus
Baca juga: PBB sebut penularan corona di penjara benua Amerika mengkhawatirkan


Etienne menyebutkan Karibia bernasib lebih baik meski terdapat titik nyala di perbatasan Haiti dan Republik Dominika, serta di daerah yang mencakup Guyana, Suriname dan French Guiana.

Brazil, yang paling parah terdampak di Amerika Latin, meningkatkan tes COVID-19 dalam beberapa pekan belakangan namun masih belum cukup, kata Marcos Espinal, direktur penyakit menular Pan-American Health Organization (PAHO) WHO.

"Brazil masih belum melakukan 10.000 tes per juta penduduk. (Tes) itu perlu ditingkatkan," katanya.

Etienne mengatakan kawasan tersebut harus realistis dan beradaptasi dengan cara hidup baru bersama COVID-19.

"Dengan tidak adanya pengobatan efektif atau persediaan vaksin secara meluas, kami memprediksikan bahwa selama dua tahun ke depan di benua Amerika akan mengalami wabah COVID-19 berulang, yang mungkin diselingi dengan periode transmisi terbatas," katanya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kematian COVID-19 di Amerika Latin capai hampir 390.000 pada Oktober
Baca juga: WHO sebut Amerika Selatan episentrum baru virus corona

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar