Sepekan, penempatan dana di bank himbara hingga 13 MI jadi tersangka

id bank himbara,pasar modal,wakatobi,AIIB,covid-19,manajer investasi,tersangka,kejagung

Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kanan) bersama Menkeu Sri Mulyani (kedua kanan) didampingi (kiri ke kanan) Dirut BTN Pahala N Mansury, Dirut BNI Herry Sidharta, Dirut BRI Sunarso dan Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Pemerintah menempatkan dana sebesar Rp30 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional terutama untuk sektor riil. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita ekonomi yang disiarkan Kantor Berita ANTARA pada 22-27 Juni 2020 mendapat banyak perhatian dari pembaca, seperti penempatan dana pemerintah di bank Himbara hingga penetapan 13 perusahaan manajer investasi sebagai tersangka oleh Kejagung.

Berikut beberapa berita yang masih menarik dibaca untuk menemani akhir pekan :

1. Pemerintah tempatkan dana Rp30 triliun kepada bank himbara
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menempatkan dana sebesar Rp30 triliun pada bank umum milik negara ( Himbara) dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional terutama untuk sektor riil.

“Menteri Keuangan akan menempatkan uang negara pada bank umum dan untuk tahap ini bank umumnya adalah bank milik pemerintah di dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional,” katanya di Jakarta, Rabu.

Baca selengkapnya di sini

2. Regulator pasar modal beri stimulus hadapi dampak pandemi
Organisasi Regulator Mandiri (SRO) yang terdiri atas Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan serangkaian stimulus yang akan diberikan kepada pemangku kepentingan pasar modal.

BEI akan memberikan dukungan penyediaan infrastruktur teknologi informasi kepada anggota bursa dalam implementasi kebijakan Work From Home (WFH) dengan menggunakan internet dan cloud sehingga dapat mendukung pencegahan penyebaran COVID-19.

Baca selengkapnya di sini

3. Objek wisata Wakatobi bakal dibuka lagi pada awal Juli 2020
Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan kembali membuka kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara pada Juli 2020 mendatang.

"Kita harapkan kunjungan wisatawan dalam maupun dari luar negeri sudah bisa dibuka kembali paling lambat awal Juli 2020, dengan tetap memperhatikan ketentuan protokol kesehatan COVID-19," kata Kadis Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Nadar saat berada di Kendari, Senin.

Baca selengkapnya di sini

4. AIIB setujui pinjaman satu miliar dolar bagi Indonesia atasi COVID-19
Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) menyetujui dana pinjaman sebesar satu miliar dolar AS atau senilai hampir Rp15 triliun kepada Pemerintah Indonesia untuk memperkuat jaring pengaman sosial, meningkatkan penanganan kesehatan, dan memitigasi penurunan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

"Dukungan dari AIIB diharapkan dapat memberi kontribusi bagi Pemerintah Indonesia dalam mengatasi berbagai tantangan di tengah masa yang penuh ketidakpastian ini," kata Wakil Presiden Operasi Investasi AIIB DJ Pandian dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.

Baca selengkapnya di sini

5. BEI minta investor tak khawatirkan 13 manajer investasi jadi tersangka
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi meminta para investor tidak khawatir dananya akan lenyap terkait dengan penetapan 13 perusahaan manajer investasi (MI) sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

"Saya belum dapat laporan secara detil. Setahu saya yang dibekukan itu produknya, bukan MI-nya. Reksa dana itu pengelolaannya independen. Kolateral tidak ada di MI, tapi di kustodian. Investor tidak usah khawatir, dananya ada di pihak ketiga," ujar Inarno saat bincang virtual dengan wartawan di Jakarta, Jumat.

Baca selengkapnya di sini

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar