Ratusan burung kacer hasil penahanan Karantina Lampung dilepasliarkan

id burung lepasliarkan,karantina pertanian,bksda lampung

Pelepasliaran burung ke habitat asal (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Ratusan burung kacer yang merupakan hasil penahanan Karantina Pertanian Lampung bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni hari Sabtu lalu akhirnya dilepasliarkan ke habitat asal.

"Burung hasil penahanan hari Sabtu yang lalu telah kami diserahterimakan ke BKSDA Lampung untuk proses lebih lanjut dan hari ini dilakukan pelepasliaran ke habitat asalnya," ujar Karman, Kasi Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Lampung, di Bandarlampung, Senin.

Karman menjelaskan pelepasliaran yang dilakukan di Hutan Raya Gunung Rajabasa, Lampung ini dilakukan dalam upaya menjaga kelestarian sumber daya alam hayati.

Sementara Kepala Karantina Pertanian Bandarlampung, Muh Jumadh mengatakan maraknya perburuan dan penyelundupan terhadap satwa liar ini tentunya akan mengancam populasi burung liar asli Sumatera, maka Karantina Pertanian Lampung bersama seluruh pihak terkait akan terus berkomitmen dalam mencegah berbagai bentuk upaya penyelundupan satwa.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa penahanan burung yang dilakukan oleh Karantina Pertanian Lampung selama tahun 2020 periode Januari hingga Juni, sebanyak 29 ribu ekor dan seluruhnya telah dilepasliarkan.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil secara terpisah menyampaikan apresiasinya terhadap kerjasama pihak TNI dan Polri dalam mengawal tindakan karantina di Lampung.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dengan melaporkan hewan, tumbuhan dan produknya kepada jajarannya di Tanah Air.

Upaya ini juga merupakan bagian tidak terpisahkan dari seluruh program Kementan yang digagas Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo,red) untuk penuhi kecukupan pangan bagi 267 juta jiwa masyarakat.

"Agar tetap tinggi produksi dan juga laris di pasar ekspor maka harus sehat dan aman, bebas dari hama dan penyakit hewan juga tumbuhan. Kami jaga bersama,"
tutup Jamil.

Baca juga: BKSDA Maluku lepas liarkan burung nuri merah

Baca juga: Desa tua di Buleleng miliki tradisi melepasliarkan burung pemakan ulat

Baca juga: BKSDA Serang lepasliarkan 1.812 burung hasil selundupan

Baca juga: BBKSDA Sumatera Utara lepas liarkan ribuan burung prenjak

Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar