Wapres dorong ulama berperan hilangkan bahaya COVID-19

id Wapres,Ma’ruf Amin,ulama,pandemi,COVID-19,krisis ekonomi

Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan sambutan melalui video dalam acara Haul ke-49 KH Abdul Wahab Chasbullah dari rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA/Asdep KIP Setwapres.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh ulama untuk turut berperan dalam menghilangkan dharar atau bahaya, yang saat ini sedang dihadapi Pemerintah, yakni pandemi COVID-19 dan potensi krisis ekonomi.

Hal itu disampaikan Wapres Ma’ruf saat memberikan sambutan dalam acara Haul ke-49 KH Abdul Wahab Chasbullah yang diselenggarakan di Jombang, Jawa Timur dan disiarkan langsung melalui media sosial, Kamis malam.

“Bagi kita, para ulama, menjadi sesuatu tanggung jawab yang harus kita mengambil peran untuk menghilangkan dharar ini. Paling tidak, kita bisa ikut berperan yaitu memperkecil kerusakan dan bahayanya, meminimalisir supaya tidak berdampak lebih luas,” kata Wapres Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan dari Jakarta, Kamis malam.

Peran dari para ulama tersebut dapat dilakukan dengan turut mendukung kebijakan Pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19. Khususnya di masa menjelang normal baru, kata Wapres, para ulama diharapkan dapat ikut menyosialisasikan protokol kesehatan dan perilaku hidup sehat di kalangan masyarakat.

“Selain tempat-tempatnya harus betul-betul sudah aman dari COVID-19, maka masyarakatnya supaya sadar bahaya COVID-19 dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan meningkatkan imunitas diri supaya tidak tertular,” tutur Ma’ruf.


Baca juga: Program Pemulihan Ekonomi Nasional cegah skenario terberat COVID

Selain bahaya kesehatan, pandemi COVID-19 kini mulai berdampak pada potensi krisis ekonomi karena sebagian besar kegiatan perekonomian terhenti akibat kebijakan lockdown di sejumlah negara dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di dalam negeri.

Oleh karena itu, Ma’ruf mengatakan kegiatan perekonomian di dalam negeri harus segera dibangkitkan lagi supaya potensi krisis ekonomi dapat diminimallan.

“Sekarang sudah bahaya dua-duanya, COVID-19 dan ekonomi. Oleh karena itu, yang kita lakukan bukan lagi hanya menghilangkan satu, tapi menghilangkan dua dharar sekaligus. Dan menghilangkan dua dharar ini adalah kewajiban,“ ujarnya.

Baca juga: 13 kru pesawat carter dikarantina di Batam

Baca juga: Dinsos Yogyakarta beri layanan psikososial atasi dampak pandemi

Baca juga: AP II imbau penumpang pahami protokol Covid negara tujuan penerbangan

Baca juga: Wapres harap Polri bimbing masyarakat menuju normal baru


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar