Mendikbud luncurkan Merdeka Belajar episode Guru Penggerak

id Mendikbud Nadiem Anwar Makarim,Nadiem Makarim,Merdeka Belajar episode V,Guru penggerak,aa

Dokumentasi - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) didampingi istri Franka Franklin (kanan) dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi (kiri) memakai jaket PGRI saat acara puncak peringatan HUT ke-74 PGRI di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar episode V yakni Guru Penggerak secara daring di Jakarta, Jumat.

"Program Guru Penggerak merupakan program terpenting di dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kenapa? Karena mau sebaik apapun teknologi pendidikan, sebaik apapun kurikulum, infrastruktur pendidikan, tidak bisa menggantikan peran Guru Penggerak untuk mentransformasi budaya sekolah kepada pembelajar," ujar Nadiem dalam sambutannya.

Mendikbud menambahkan Guru Penggerak merupakan ujung tombak karena dia yang menggerakkan pendidikan secara riil. Ujung-ujungnya reformasi pendidikan di Tanah Air, harus berawal dan berakhir kepada guru yang memimpin unit-unit pendidikan maupun kelas. Oleh karena itu, perubahan harus terjadi,

Baca juga: Indonesia butuh banyak guru penggerak

"Ini merupakan inisiatif terpenting di Kemendikbud saat ini," kata dia.

Nadiem menjelaskan Guru Penggerak merupakan ujung tombak transformasi pendidikan di Tanah Air. Guru Penggerak berperan penting dalam mencapai tujuan Merdeka Belajar yakni Pelajar Pancasila yang memiliki tujuh kriteria yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis, dan mandiri.

"Guru Penggerak sebenarnya adalah program pelatihan, identifikasi, pembibitan, calon pemimpin pendidikan di masa depan. Mereka adalah agen perubahan, yang pada masa depan menjadi calon kepala sekolah, calon pengawas, dan calon pelatih guru," terang dia.

Nadiem mengaku yakin jika sebenarnya Guru Penggerak itu sudah ada di setiap daerah maupun sekolah. Akan tetapi belum muncul ke permukaan.

Kemendikbud akan mendorong agar Guru Penggerak menjadi pemimpin-pemimpin unit pendidikan yang mana pada masa depan, yang mewujudkan generasi unggul.

Baca juga: Legislator apresiasi kebijakan Kemendikbud bantu sektor pendidikan

Guru Penggerak memiliki perbedaan dengan guru yang baik, yang mana Guru Penggerak mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, menjadi pelatih bagi guru yang lain agar pembelajaran dapat terpusat pada murid, menjadi teladan dan agen perubahan dalam ekosistem pendidikan.

"Guru yang baik hanya berkinerja di dalam kelasnya, namun Guru Penggerak memiliki dampak lain. Memiliki dampak pada guru yang lain, pada sekolahnya dan juga menjadi obor pada unit pendidikannya. Bahkan di luarnya," kata Nadiem lagi.

Kemendikbud melakukan rekrutmen calon Guru Penggerak baik guru PNS maupun guru honorer. Lalu akan ada program pendidikan calon Guru Penggerak, dan setelah lulus menjadi generasi baru pemimpin pendidikan.

Pembukaan pendaftaran Guru Penggerak yakni 13 Juli hingga 22 Juli 2020. Kemudian seleksi 23 Juli hingga 30 Juli. Seleksi tahap dua 31 Agustus hingga 16 September. Pengumuman calon Guru Penggerak 19 September 2020, dan pelaksanaan pendidikan Guru Penggerak pada 5 Oktober 2020 hingga 31 Agustus 2021.***3***

Baca juga: Mendikbud siapkan aplikasi pendidikan terpadu
Baca juga: Nadiem sebut pendidikan jarak jauh bisa permanen
Baca juga: Mendikbud tekankan prinsip keberlanjutan dalam Merdeka Belajar


 

Pewarta : Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar