Seorang nenek 80 tahun warga Kota Batam positif COVID-19

id perkembangan covid di batam, warga belakang padang positif covid

Petugas medis bersiap melakukan tes cepat COVID-19 di pulau-pulau di Kecamatan Belakang Padang, beberapa waktu lalu. (Dok Camat Belakangpadang)

Batam (ANTARA) - Seorang nenek berusia 80 tahun, warga Pulau Belakang Padang Kota Batam, Kepulauan Riau, dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel usap.

"Perempuan usia 80 tahun, warga Kecamatan Belakang Padang merupakan kasus baru COVID-19 nomor 236 Kota Batam," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi dalam keterangan tertulis, Jumat.

Ibu rumah tangga itu merupakan nenek dari terkonfirmasi positif nomor 190 yang merupakan ASN Satuan Kerja Kementerian Kesehatan di Batam.

Baca juga: 192 warga Batam sembuh dari COVID-19

"Pada saat perayaan Lebaran 2020 mereka sekeluarga berkumpul di rumah orang tuanya di Belakang Padang," kata Rudi.

Meski dalam usia lanjut, namun menurut catatan Gugus Tugas, kondisi nenek tersebut relatif stabil, tidak merasakan gangguan kesehatan yang berarti.

"Namun demikian mengingat usianya yang sudah tua dan memiliki riwayat gangguan pada panggulnya, selanjutnya akan ditempatkan di ruang perawatan isolasi/karantina di rumah sakit rujukan RSBP Batam Kota Batam," kata Rudi yang juga menjabat Wali Kota Batam.

Sementara itu, bersama nenek asal Pulau Belakang Padang, tiga warga Batam lainnya juga dinyatakan positif COVID-19, hingga totalnya berjumlah 238 warga Kota Batam terpapar virus corona.

Baca juga: Gugas amankan warga positif COVID-19 yang berupaya kabur di Batam

Terkonfirmasi positif 235 adalah wiraswasta berinisial BS, berusia 40 tahun yang memeriksakan diri swab tenggorokan di RS Bhayangkara Batam guna keperluan memenuhi persyaratan bekerja di Malaysia.

Kemudian, terkonfirmasi positif 237 adalah lelaki 20 tahun yang belum bekerja, adik kandung dari kasus 215 dan 229, serta anak kandung dari kasus 234, yang berkaitan dengan dengan terkonfirmasi positif nomor 204 dari klaster PT FCS Kabil.

Serta kasus 238 adalah perempuan 25 tahun yang melakukan tes cepat COVID-19 secara mandiri guna memenuhi persyaratan pekerjaan.

Baca juga: 13 kru Garuda yang dikarantina di Batam negatif COVID-19

Menurut catatan gugus tugas, semuanya dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti.

Rudi menyampaikan sesuai hasil penyelidikan epidemiologi, masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus COVID-19 yang berkaitan dengan berbagai klaster yang ada atau pun kasus baru.

"Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus COVID-19," kata dia.

Gugus Tugas mencatat 192 orang di Batam sembuh dan 12 meninggal.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Batam bertambah dua jadi 229 orang

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar