Pusat UTBK di Surabaya sediakan tes cepat untuk peserta sebelum ujian

id tes cepat,utbk,sbmptn,unair surabaya,prof nasih

Panitia Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Airlangga Surabaya menunjukkan ruang ujian untuk Ujian Tulis Berbasis Komputer yang digelar 5 Juli mendatang. (ANTARA/Willy Irawan)

Surabaya (ANTARA) - Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih mengatakan pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Surabaya menyediakan fasilitas tes cepat bagi para peserta yang digelar sebelum ujian berlangsung.

"Kami sediakan untuk peserta yang memang kesulitan mencari tempat tes cepat di daerahnya sebagai syarat dari Pemkot Surabaya untuk mengikuti ujian. Karena bisa saja mungkin belum dapat fasilitas dari puskesmas di daerahnya," ujarnya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu.

Pria yang juga Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu mengatakan, fasiltas tes cepat akan disediakan di tiga pusat UTBK, yaitu di Unair, Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.

Para peserta yang memang kesulitan mendapatkan tes cepat diharapkan datang lebih awal saat ujian sehingga bisa mengikuti tes yang disediakan pusat UTBK.

Baca juga: Unair: Pemkot wajibkan UTBK tunjukkan hasil tes usap atau tes cepat

"Ya besok yang belum punya surat keterangan rapid test bisa datang mulai pukul 07.00 WIB, saat ini masih atur prosedurnya seperti apa," katanya.

Dia mengakui upaya ini dilakukan untuk memfasilitasi peserta yang mungkin kesulitan mencari tempat tes cepat dengan tenggat waktu yang singkat, sekaligus bagi para peserta yang jauh dari Surabaya.

"Semua pusat UTBK di Surabaya kami usahakan menyediakan. Bisa di poliklinik seperti di ITS dan UPN. Kami juga ada, nanti kami sediakan KIT-nya jadi mereka yang di daerahnya tidak ada tes cepat bisa kami bantu. KIT-nya gratis, kalau mau bayar ya silakan," katanya.

Baca juga: Banyuwangi bantu tes cepat COVID-19 gratis bagi pelajar ikuti UTBK

Baca juga: Peserta UTBK dengan hasil tes cepat reaktif dialihkan ke gelombang dua

Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar