Kemarin, minyak di bawah 43 dolar hingga antivirus Kementan diragukan

id harga minyak,middle income trap,presiden jokowi,budidaya lobster,ekspor lobster,benih lobster,menkop,umkm,krisis pangan,koperasi,antivirus,anti corona

Produk antivirus corona berbahan tanaman eucalyptus hasil inovasi Badan Litbang Pertanian. ANTARA/Kementan/am

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Sabtu (4/7) mulai dari harga minyak yang ditutup turun di bawah 43 dolar AS hingga antivirus berbahan tanaman eucalyptus dari Balitbang Kementerian Pertanian yang sempat diragukan masyarakat.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Minyak turun di bawah 43 dolar AS, tertekan kekhawatiran virus corona

Minyak turun di bawah 43 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), ketika kebangkitan kasus virus corona meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan bahan bakar bisa terhenti.

Namun, minyak mentah masih menuju kenaikan mingguan karena pasokan yang lebih rendah dan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang lebih luas.

Baca selengkapnya di sini

2. Presiden Jokowi beberkan upaya RI keluar dari "middle income trap"

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan beberapa upaya agar Indonesia bisa kembali naik status menjadi negara berpendapatan tinggi, dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu, Presiden Jokowi mengungkapkan banyak negara di dunia yang menghabiskan puluhan tahun, bahkan hampir ratusan tahun terjebak dalam status negara berpendapatan menengah.

Baca selengkapnya di sini

3. Menteri Edhy: Prioritas utama budi daya lobster, bukan ekspor

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah mengembangkan budi daya lobster dan bukan ekspor, karena ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa mengekspor benih lobster.

"Prioritas pertama itu budi daya, kita ajak siapa saja, mau koperasi, korporasi, perorangan silahkan, yang penting ada aturannya. Pertama harus punya kemampuan budi daya. Jangan tergiur hanya karena ekspor mudah, untungnya banyak," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Baca selengkapnya di sini

4. Teten dukung penguatan koperasi pangan antisipasi krisis pangan

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendukung koperasi pangan diperkuat agar bisa mendorong pertumbuhan kekuatan ekonomi baru sekaligus mengantisipasi ancaman krisis pangan.

"Presiden ingin ke depan koperasi pangan harus diperkuat," kata Teten Masduki, dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu.

Baca selengkapnya di sini

5. Tepis keraguan, Balitbangtan beberkan keunggulan antivirus eucalyptus

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian membeberkan sejumlah keunggulan antivirus berbahan tanaman eucalyptus untuk menepis banyaknya keraguan di masyarakat terhadap produk inovasi lembaga tersebut.

Kepala Balitbangtan Fadjri Djufry di Jakarta, Sabtu mengatakan, hingga saat ini, banyak negara yang berlomba-lomba menemukan antivirus corona, begitupun di Indonesia.

Baca selengkapnya di sini

 

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar