KKP terapkan tatanan normal baru ekowisata di Pulau Pieh

id ekowisata,pulau pieh,pengelolaan ruang laut,kkp

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Aryo Hanggono. ANTARA/HO-Dokumentasi KKP

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerapkan tatanan normal baru untuk aktivitas ekowisata di Taman Wisata Perairan Pulau Pieh, Provinsi Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Aryo Hanggono dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, menekankan pentingnya melakukan uji coba penerapan protokol normal baru ekowisata di TWP Pulau Pieh sebelum dibuka kembali untuk publik.

"Pelaksanaan uji coba ekowisata TWP Pulau Pieh ini sebagai tahap awal untuk melihat sejauh mana kesiapan pengelola kawasan, pemerintah daerah dan para penggiat wisata dalam mengimplementasikan protokol normal baru ekowisata," kata Aryo.

Uji coba yang dikemas dalam bentuk one-day trip turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Dinas terkait, wartawan, dan penggiat wisata, pada 6 Juli 2020.

Sementara itu, Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru sebagai pengelola taman Wisata Perairan Pulau Pieh, Fajar Kurniawan menjelaskan pelaksanaan uji coba protokol normal baru di TWP Pulau Pieh dimulai dari titik keberangkatan di dermaga Muaro Padang. Sebelum keberangkatan, para peserta dan operator wisata telah dihimbau untuk dapat memenuhi beberapa pesyaratan yang telah ditentukan.

"Peserta dan operator wisata harus membawa surat keterangan sehat, kartu identitas yang sah, formulir self assesment resiko COVID-19 yang telah diisi, karcis masuk kawasan konservasi (operator wisata), masker cadangan, dan perlengkapan pribadi," jelas Fajar.

Fajar menambahkan sesuai protokol normal baru ekowisata TWP Pulau Pieh, para peserta yang telah melakukan registrasi akan diukur suhu tubuhnya oleh petugas.

Bagi peserta yang memenuhi kategori sehat, selanjutnya diberikan masker, faceshield dan tiket masuk kawasan.

"Selain itu juga diterapkan pembatasan jumlah penumpang yang diperbolehkan, yakni 50 persen dari daya muat armada. Untuk menjaga jarak antar peserta, pengaturan tempat duduk diatur dengan memberi tanda silang," jelasnya.

Lebih lanjut, Fajar menerangkan saat uji coba peserta diajak berkunjung ke perairan sekitar Pulau Pieh dan Pulau Pandan.

Lokasi yang dikunjungi merupakan jalur perlintasan lumba-lumba. Ketika melintas di perairan timur laut Pulau Pieh, kapal disambut gerombolan spinner dolphin sekitar 150-200 ekor.

Kemudian, peserta juga diajak menikmati atraksi wisata lainnya, yakni mengamati kura-kura di Pulau Pandan.

"Setelah menginjakkan kaki di pulau tersebut, peserta diajak melihat demplot penetasan penyu. Di tempat ini dapat dijumpai penyu hijau dan penyu sisik," ujar Fajar.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyampaikan apresiasinya atas pengelolaan yang sudah dilakukan KKP di Pulau Pandan karena telah menjadikan pulau ini sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Sumatera Barat.

Baca juga: KKP serahkan alat selam untuk pelestari taman wisata bahari

Baca juga: Ini makna kemunculan ikan napoleon di kawasan konservasi pulau Pieh

 

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar