Pemkab Gresik ubah stadion bola jadi lokasi isolasi pasien COVID-19

id Sambari Halim Radianto, Bupati Gresik, Pemkab Gresik, Gelora Joko Samudro Gresik, Stadion Bola Gresik

Pemkab Gresik ubah stadion bola jadi lokasi isolasi pasien COVID-19

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto (putih) saat meninjau kesiapan Gelora Joko Samudro sebagai tempat isolasi mandiri pasien COVID-19, Selasa (7/7) (ANTARA /H.O Satgas COVID-19 Gresik)

Gresik, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jatim mengubah keberadaan stadion sepak bola yakni Gelora Joko Samudro (GJS) sebagai tempat isolasi pasien COVID-19, hal ini karena semakin tingginya angka penyebaran dan kasus terkonfirmasi positif, sehingga membuat penuhnya ruangan rumah sakit.

"Saya ingin melihat langsung kesiapan GJS sebagai tempat isolasi, kelayakan ruangannya, kelayakan tempat tidurnya, kesiapan logistiknya termasuk para dokter dan tenaga kesehatannya," kata Sambari, saat meninjau GJS di Gresik, Selasa.

Di dalam stadion tersebut, keberadaan ruangan isolasi dibagi beberapa zona dan terpisah sesuai kerawanan pasien, seperti zona merah, zona kuning dan zona hijau, termasuk jalur pasien dan tenaga kesehatan juga terpisah.

"Di sini aktivitas pasien bisa terus dipantau melalui kamera terpasang, termasuk beberapa kelayakan tempat tidur hingga ruang terbuka sebagai tempat berolahraga para pasien COVID-19," katanya.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Gresik sehari tembus 39 pasien positif

Baca juga: Akhir Juli, target Kabupaten Gresik-Jatim turunkan angka COVID-19


Saat ini, kata Sambari, sudah terdapat 140 tempat tidur yang siap dipergunakan, ditambah keberadaan peralatan dan prasarana yang dilengkapi ruang sterilisasi.

Sambari menginginkan agar dinas terkait dapat bekerja sama dalam hal pemenuhan kebutuhan yang diperlukan selama masa isolasi karantina.

"Selama karantina berlangsung, Pemkab Gresik akan bersinergi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan juga Persatuan Persatuan Perawat Indonesia," katanya.

Sebelumnya, keberadaan 15 rumah sakit di Gresik termasuk di RSUD Ibnu Sina sudah hampir penuh dengan keberadaan pasien, namun jumlah angka positif dalam sepekan terakhir terus bertambah, tanpa dibarengi dengan angka kesembuhan yang signifikan.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kabupaten Gresik, total angka konfirmasi positif di Gresik saat ini sudah mencapai 923 orang atau hampir mendekati angka 1.000 pasien, dengan rincian sembuh 104 orang, dirawat 728 orang dan meninggal dunia 91 orang.

Baca juga: Pasar Benjeng Gresik ditutup setelah 14 pedagang positif COVID-19

Baca juga: Pemkab Gresik tutup Pasar Krempyeng setelah temuan positif COVID-19

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar