Kilang Pertamina Balikpapan aktifkan COVID Ranger lawan pandemi corona

id covid-ranger RDMP

Direktur Pengembangan PT Kilang Pertamina Balikpapan Djoko Koen bersama Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat menyerahkan bantuan dari Pertamina Grup untuk Pemkot Balikpapan dalam penanganan COVID-19 Mei lampau.

Balikpapan (ANTARA) - Di dalam Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau proyek pembangunan kilang Balikpapan ternyata ada satuan tugas khusus untuk sosialisasi dan mengawasi pekerja agar mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Namanya COVID Ranger,” tutur Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dalam jumpa pers harian perkembangan penanganan COVID-19 dengan jurnalis di Balai Kota awal pekan ini.

Satgas inilah yang diminta lebih maksimal lagi bekerja untuk menekan penularan virus diantara pekerja. COVID Ranger juga segera didampingi tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkot Balikpapan.

“Jadi kita sama-sama mengawasi,” kata Wali Kota Rizal.

Manajemen Proyek RDMP yang diwakili Direktur Pengembangan PT Kilang Pertamina Balikpapan Djoko Koen juga menegaskan karyawan yang baru menjalani uji swab tidak diperkenankan beraktivitas dan harus melakukan isolasi mandiri.

COVID Ranger juga terus melakukan tracing atau pelacakan personel yang kemungkinan dalam kategori kontak erat sampai pada level OTG (Orang Tanpa Gejala).

Untuk karyawan yang tidak tinggal di mess, tapi berbaur bersama masyarakat, datanya dibagi juga kepada Gugus Tugas agar dapat diawasi bersama.

Standar pencegahan atau protokol COVID-19 seperti memakai masker, menjaga jarak antarorang, dan rajin cuci tangan akan terus diingatkan dan dipraktikkan dengan disiplin.

Sebelumnya Wali Kota Rizal Effendi menyebutkan, Proyek RDMP menjadi cluster baru penyebaran COVID-19 di Balikpapan, dimulai dengan ditemukannya 4 pekerja yang positif terpapar COVID-19 pada pertengahan Juni.

“Karena itu kami terus perketat pengawasan dan pemeriksaan personel yang akan masuk dan bekerja di lingkungan RDMP, baik dengan pemeriksaan suhu tubuh, tes PCR, swab, kewajiban mengenakan masker dan protokol kesehatan lainnya, dan pengawasan nyasaat bekerja," kata Djoko Koen.

Proyek pengembangan Kilang Balikpapan adalah proyek strategis nasional untuk kemandirian energi. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2023 untuk menambah kapasitas produksi kilang dari 260 ribu barel BBM per hari menjadi 360 ribu barel per hari.

Baca juga: Dirut ANTARA ingatkan peran penting COVID Ranger saat normal baru
Baca juga: Covid Ranger PPI beraksi serahkan bantuan APD dan pangan tahap ketiga


Pewarta : Novi Abdi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar