Normal baru, Sumbar mulai lagi ekspor hasil perikanan

id Sumbar,Ekspor perikanan

Petugas SKIPM Padang memeriksa hasil perikanan yang akan diberikan sertifikat kesehatan ikan (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang, Sumatera Barat, mencatat ekspor hasil perikanan dari provinsi itu ke luar negeri mulai berjalan lagi saat normal baru setelah terhenti akibat pandemi COVID-19.

Kepala SKIPM Padang Rudi Barmara di Padang, Rabu, mengatakan sejak ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat pandemi, ekspor hasil perikanan berkurang karena tidak ada pesawat yang mengangkut hasil perikanan dari Sumbar ke luar negeri.

“Sejak kondisi normal baru, ekspor perikanan kembali dimulai pada Juni 2020 ke sejumlah negara,” kata dia.

Baca juga: KKP bersyukur ekspor perikanan dari pendingin di Muara Baru lancar

Ia mengatakan aktivitas ekspor hasil perikanan yakni dalam bentuk ikan tuna beku (frozen tuna) yang dikirim ke Amerika Serikat dalam satu kali pengiriman pada Juni 2020.

Total ada 22,37 ton ikan tuna beku yang dikirimkan ke Miami, Amerika Serikat, dari Sumatera Barat dengan total nilai Rp4,45 miliar.

“Total ikannya sebanyak 15.000 ekor yang diekspor pada Juni 2020 ini. Ikan ini diekspor perusahaan yang mengurus surat kesehatan ikan kepada kami,” kata dia.

Baca juga: Pengamat: Peningkatan ekspor perikanan harus berdampak pada UMKM

Menurut dia di awal Juli 2020 ini ekspor juga dilakukan namun pengiriman melalui Jakarta baru ke negara tujuan. Ikan yang dikirim yakni ikan hias.

Sebelum pandemi, kegiatan ekspor selalu ada dan pihaknya selalu mengeluarkan surat kesehatan ikan sebagai salah satu syarat yang harus dikantongi dalam mengekspor hasil perikanan di Sumbar.

Ada beberapa hasil perikanan yang biasa dikirim ke Jepang dan Amerika Serikat seperti ikan tuna.  Selain itu juga ke Malaysia seperti garing, kerapu, lobster air tawar dan lainnya

"Selama pandemi kami tetap melayani permohonan surat kesehatan ikan untuk ekspor namun yang terakhir dilakukan Maret lalu," kata dia.

Baca juga: Tinjau keramba di Bintan, Luhut - Edhy dorong peningkatan ekspor ikan

Ia mengatakan pihaknya bertugas memastikan kualitas hasil perikanan yang ditangkap di perairan Sumbar bebas dari penyakit berbahaya sebelum diekspor ke berbagai negara.

Menurut dia pemeriksaan yang dilakukan ke Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Kota Padang bertujuan untuk memastikan kualitas ikan yang akan diekspor.

"Kapal melakukan pembongkaran ikan di pelabuhan ini satu kali seminggu dan kita ingin memastikan bahwa hasil tangkapan yang akan diekspor sesuai dengan ketentuan yang ada," katanya.

Selain melakukan cek secara fisik kesegaran ikan hasil tangkapan dengan ciri-ciri daging ikan masih kenyal dan mata ikan yang masih cerah. Pihaknya juga mengambil sampel ikan untuk diperiksa ke laboratorium.

"Di laboratorium kami akan memastikan apakah ikan ini bebas dari formalin, hestamin, logam berat dan sesuai dengan permintaan negara tujuan. Apabila bebas maka mereka akan diberikan sertifikat yang menyatakan ikan bersih dari penyakit dan layak ekspor," katanya.

Menurut dia seluruh fasilitas laboratorium yang dimiliki oleh BKIPIM Padang telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional untuk memastikan ikan yang akan dikonsumsi masyarakat maupun diekspor terjamin mutunya.

“Untuk ikan yang diekspor terdiri dari ikan tuna, garing, kerapu, lobster air tawar, selain ke luar negeri, ikan dari Sumbar juga dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia,” kata dia.

Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar