Kaldera Toba jadi Global Geopark, standar kebersihan harus dijaga

id Geopark, kaldera toba, unesco global geopark, kemenko maritim,Ekowisata

Dokumentasi - Sejumlah wisatawan menikmati panorama Danau Toba dari atas bukit Taman Sipinsur Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Sabtu (2/12). Taman dengan seluas dua hektar dan berada pada ketinggian 1.213 meter dpl itu merupakan salah satu tujuan wisata yang akan masuk dalam objek wisata Taman Bumi atau Geopark Kaldera Toba yang dapat menikmati langsung panorama Danau Toba dari atas perbukitan. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/pras/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi minta semua standar pengelolaan, termasuk kebersihan di geopark Kaldera Toba bisa dijaga dengan baik setelah kawasan itu ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, Selasa (2/7).

"Ke depan semua standar pengelolaan, termasuk kebersihan harus dijaga. Itu yang selalu diminta Pak Menko (Luhut Binsar Pandjaitan). Setiap geosite harus ada kapasitas umum terstandar. Itulah yang kami coba kontrol," kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi Safri Burhanuddin di Jakarta, Rabu.

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sendiri merupakan Ketua Dewan Pengarah Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI).

Safri menjelaskan proses Kaldera Toba menjadi Global Geopark merupakan usaha panjang pemerintah sejak 2015. Pada 2017, inisiasi menjadikan Kaldera Toba sebagai geopark dunia juga gagal karena belum terbentuknya manajemen secara rapi.

"Berdasarkan pengalaman itu, kami terus genjot dan kami tekankan kalau manajemen itu yang utama. Jangan sampai gagal lagi," katanya.

Safri juga menuturkan pihaknya terus mendorong pengelolaan yang lebih baik termasuk juga meminta adanya edukasi publik soal geopark Kaldera Toba. Demikian pula soal standarisasi pemandu wisata.

Ke depan, pemerintah akan mendukung agar geopark Belitung bisa menyusul lima geopark Indonesia yang kini statusnya menjadi UNESCO Global Geopark lainnya, yakni Batur, Cileutuh, Gunung Sewu, dan Rinjani.

Menurut Safri, geopark Belitung unik karena wilayahnya yang mencakup perairan, berbeda dengan geopark lainnya yang berupa dataran.

"Belitung itu sudah jadi geopark nasional sejak tiga tahun lalu dan diajukan ke UNESCO juga bersamaan dengan Kaldera Toba," katanya.

Safri berharap Belitung bisa jadi contoh taman bumi yang unik untuk jadi standar geopark dunia. Selain itu, geopark Belitung yang juga mencakup beberapa pulau kecil sekitarnya menggambarkan karakter Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

"Raja Ampat, Halmahera, Pulau Komodo itu juga ke depan akan kita usulkan jadi geopark nasional karena lokasinya menarik," katanya.

Baca juga: Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark

Baca juga: Bakal masuk UNESCO, Otorita Toba fokus kembangkan 16 situs geologi

Baca juga: Danau Toba penuhi empat pilar geopark

Baca juga: Jokowi dorong Taman Bumi Kaldera Toba diakui UNESCO


 

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar