Terapung dua hari, nelayan lansia ditemukan selamat

id nelayan hilang selamat

Terapung dua hari, nelayan lansia ditemukan selamat

Ilustrasi - Tim SAR gabungan melakukan pencarian di perahu nelayan yang tenggelam di perairan Plawangan Puger, Jember, Jawa Timur, Kamis (19/7). Antara Jatim/Seno/18.

Kendari (ANTARA) - Seorang nelayan lanjut usia (lansia) La Dia (60) yang terapung selama dua hari karena dihantam badai saat memancing di perairan Masaloka, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara ditemukan selamat.

Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian atau Basarnas Kendari Aris Sofingi di Kendari, Rabu, mengatakan korban La Dia berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal ikan KM. AMR (GT 07) di perairan Teluk Bone bagian selatan Desa Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka.

Jarak penemuan dengan lokasi kecelakaan sekitar 55 Nautical Mile.

Musibah nelayan lansia hilang diperoleh dari Danpos Angkatan Laut Laode Maulid pada 6 Juli 2020 sekitar pukul 13:00 Wita.

Baca juga: SAR temukan nelayan hilang di Teluk Kendari dalam kondisi meninggal

Baca juga: Nelayan Lombok selamat setelah tiga hari dilaporkan hilang


La Dia yang menumpang longboat diperkirakan hilang di sekitar perairan Pasi Padanga Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat akibat dihantam badai.

Pos SAR Kolaka yang berjarak sekitar 116 KM lokasi kejadian bergerak cepat setelah menerima pengaduan.

Pada Senin (6/7) pukul 13.15 Wita, tim rescue pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi kecelakaan dengan menggunakan satu unit rescue car membawa satu unit rubber boat beserta peralatan pendukung keselamatan lainnya.

Korban La Dia (60), warga Desa Masaloka memiliki kebiasaan memancing ikan di perairan Pasi Padangan antara Pulau Muna dan Bombana.

Adapun unsur-unsur yang terlibat melakukan pencarian adalah Pos SAR Kolaka, Pos AL Bombana, Pol Air Bombana, aparat pemerintah setempat, nelayan Kabupaten Bombana dan nelayan Maginti, Muna Barat.*

Baca juga: 13 nelayan yang hilang di Nias Selatan belum ditemukan

Baca juga: Nelayan tua ditemukan selamat setelah dua hari hilang


Pewarta : Sarjono
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar