Kazakhstan bantah China terkait pneumonia lebih mematikan dari corona

id Kazakhstan,COVID-19,Pneumonia,Laporan China Pneumonia

Seorang seniman menggunakan balkon pemetik ceri di luar blok apartemen saat mengerjakan mural, didedikasikan kepada spesialis medis, polisi dan angkatan bersenjata yang terlibat dalam menanggulangi penyebaran virus corona (COVID-19), di Almaty, Kazakhstan, Selasa (5/5/2020). (REUTERS/PAVEL MIKHEYEV)

Shanghai (ANTARA) - Kazakhstan menyebut, pada Jumat, bahwa peringatan Kedubes China untuk warga negaranya agar waspada terhadap wabah pneumonia yang lebih mematikan dari COVID-19 di negara Asia Tengah itu tidak benar.

Dalam pernyataan pada Kamis malam, melalui akun WeChat, Kedubes China menandai "peningkatan signifikan" dalam kasus-kasus di kota Atyrau, Aktobe, dan Shymkent sejak pertengahan Juni.

Meski demikian, pada Jumat, Kementerian Kesehatan Kazakhstan menyebut laporan-laporan media China, yang berdasarkan pernyataan Kedubes China, sebagai "berita palsu".

Kemenkes mengatakan angka infeksi pneumonia bakteri, jamur, dan virus, termasuk kasus-kasus dengan penyebab yang belum diketahui, sejalan dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia.

"Informasi yang dipublikasikan oleh sejumlah media China terkait pneumonia jenis baru di Kazakhstan itu salah," kata Kemenkes.

Kazakhstan, yang memberlakukan karantina wilayah (lockdown) kedua pada pekan ini guna mengendalikan penyebaran pandemi, melaporkan hampir 55.000 kasus COVID-19, termasuk 264 kematian. Jumlah kasis-kasus baru meningkat pada Kamis dengan angka harian tertinggi 1.962.

Pada Selasa, kantor berita negara Kazinform mengatakan jumlah kasus pneumonia "meningkat 2,2 kali lipat pada Juni, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019."

Dalam pernyataannya, Kedubes China mengatakan pneumonia di Kazakhstan telah membunuh 1.772 jiwa pada enam bulan pertama tahun ini, dengan 628 kematian pada Juni, yang mencakup warga negara China.

"Tingkat kematian penyakit ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona jenis baru," katanya.

Belum dapat dipastikan apakah pneumonia yang disebut disebabkan oleh virus yang berhubungan dengan virus corona atau strain yang lain.

Kementerian Kesehatan Kazakhstan dan institusi kesehatan lain melakukan "studi banding", namun belum ada kesimpulan yang dibuat, kata Kedubes lagi.

Tabloid The Global Times yang dioperasikan oleh China's People Daily mengatakan Kementerian Luar Negeri Kazakhstan "tidak merespon pertanyaan-pertanyaan terkait peringatan Kedubes China".

Sumber: Reuters

Baca juga: China peringatkan warganya di Kazakhstan tentang pneumonia mematikan
Baca juga: Kasus COVID-19 naik, Kazakhstan kembali berlakukan karantina
Baca juga: Mantan presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev pulih dari COVID-19


 

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar