Wings Air terbang kembali di Bandara Notohadinegoro Jember

id penerbangan wings air jember,bandara notohadinegoro jember,penerbangan perdana saat pandemi

Wings Air terbang kembali di Bandara Notohadinegoro Jember

Penerbangan perdana Wings Air saat pandemi COVID-19 di Bandara Notohadinegoro Jember pada Selasa (14/7/2020). ANTARA/ HO - UPT Bandara Notohadinegoro Jember

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Maskapai Wings Air melakukan penerbangan kembali di Bandara Notohadinegoro dengan rute Jember-Surabaya (PP) pada Selasa setelah beberapa pekan terakhir batal akibat sepinya jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara selama pandemi COVID-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Alhamdulillah hari ini penerbangan perdana Wings Air saat pandemi Corona dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Notohadinegoro Edy Purnomo di Kabupaten Jember.

Menuru dia, Wings Air sebenarnya sudah membuka kembali rute penerbangan Jember-Surabaya PP dengan penerbangan setiap hari sejak 1 Juli 2020, namun selalu batal terbang karena sepinya penumpang.

"Hari ini pesawat jenis ATR 72-600 tersebut terbang dari Surabaya ke Jember dengan membawa sebanyak sembilan penumpang, sedangkan dari Jember ke Surabaya membawa sebanyak 16 penumpang," katanya.

Ia mengatakan penerbangan di Bandara Notohadinegoro Jember menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sehingga penumpang diminta untuk datang lebih awal sekitar tiga jam sebelum keberangkatan.

"Sebelum masuk ke pesawat, penumpang harus mencuci tangan dan dicek suhu tubuhnya, kemudian mengisi kartu kewaspadaan dan penumpang wajib membawa hasil tes cepat nonreaktif sesuai dengan protokol kesehatan," katanya.

Ia menjelaskan kedatangan Wings Air di Bandara Notohadinegoro Jember sempat terlambat (delay) karena faktor cuaca, sehingga baru mendarat di Bandara Jember pada pukul 12.10 WIB dari jadwal 11.20 WIB, kemudian lepas landas pada pukul 12.35 WIB dari jadwal pukul 11.40 WIB.

"Selama pandemi ini okupansi penumpang yang menggunakan jasa moda transportasi udara menurun tajam, sehingga kami mendorong Wings Air untuk terbang kembali agar meningkatkan roda perekonomian di Jember," ujarnya.

Edy mengaku tidak tahu apakah Wings Air akan terbang pada Rabu (15/7) karena hal tersebut merupakan kebijakan dari pihak maskapai, namun petugas di Bandara Notohadinegoro Jember selalu siaga setiap hari.

Baca juga: Tim Kemenhub tinjau bandara di Jember terkait perpanjangan sertifikat

Baca juga: Bandara Notohadinegoro Jember kantongi sertifikat bandara sementara

 

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar