LTMPT akan kembalikan uang peserta yang tidak bisa ikut UTBK

id Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi,LTMPT,Budi Prasetyo,LTMPT akan kembalikan uang peserta yang tidak bisa mengikuti UTBK

Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Budi Prasetyo di Jakarta, Rabu (15/7/2020). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Budi Prasetyo mengatakan pihaknya akan mengembalikan uang pendaftaran peserta yang tidak mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahap kedua.

"Pada prinsipnya, kami berusaha melayani semaksimal mungkin dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan. Akan tetapi kalau nanti, ternyata pada tahap dua peserta tersebut suhu tubuhnya masih di atas 37,5 derajat celsius atau hasil tes cepatnya reaktif, maka kami akan kembalikan uang pendaftarannya," ujar Budi dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu.

Sebanyak 1.500 peserta UTBK tahap pertama tidak bisa mengikuti ujian dikarenakan suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat maupun hasil tes cepatnya reaktif. Para peserta tersebut, kemudian direlokasi untuk mengikuti ujian pada tahap dua yang akan diselenggarakan pada 20 Juli hingga 29 Juli 2020.

Budi mengimbau peserta UTBK tahap dua untuk menjaga kesehatannya agar bisa mengikuti ujian. LTMPT hanya menyediakan dua tahap UTBK pada tahun ini.

"Ini merupakan kesempatan terakhir bagi peserta agar bisa mengikuti UTBK pada tahun ini," kata dia.

Baca juga: Empat calon mahasiswa UHO gagal ikut UTBK akibat positif COVID-19
Baca juga: 56 peserta UTBK SBMPTN dinyatakan negatif COVID-19


Relokasi UTBK tahap pertama ke tahap kedua bisa dilakukan dikarenakan berbagai alasan. Pertama, Pusat UTBK tidak dapat menyelenggarakan secara keseluruhan atau sebagian pada UTBK tahap satu karena tidak mendapatkan izin dari Gugus Tugas Daerah.

Kedua, Pusat UTBK menyatakan sepihak tidak berani melaksanakan UTBK baik tahap satu maupun tahap dua. Contohnya Universitas Negeri Surabaya, yang mana kemudian pesertanya dipindah ke Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Ketiga, Pusat UTBK yang hanya membolehkan pelaksanaan UTBK tahap satu untuk peserta yang berdomisili di daerah lokal karena tidak mendapatkan izin dari Gugus Tugas Daerah.

Baca juga: Jabar berharap tidak ada kasus COVID-19 dari pelaksanaan UTBK
Baca juga: 19 peserta hari kedua UTBK di Unair dinyatakan reaktif COVID-19


Pelaksana tugas Dirjen Dikti Kemendikbud, Prof Nizam, meminta peserta untuk memanfaatkan kesempatan untuk ikut UTBK pada tahap kedua tersebut.

"Kami berharap peserta dapat memanfaatkan UTBK tahap kedua ini dengan sebaik mungkin. Jaga kesehatan dan jangan sampai lengah," imbuh Nizam.

Pelaksanaan UTBK yang merupakan syarat untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). UTBK yang dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama diikuti 579.069 peserta dan tahap dua diikuti 124.806 peserta.

Pada saat pelaksanaan UTBK, peserta wajib menggunakan masker dan pelindung wajah serta menerapkan protokol kesehatan. Bagi peserta, yang suhu tubuhnya di atas normal tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian.

Baca juga: 49 peserta UTBK SBMPTN di Surabaya dinyatakan reaktif
Baca juga: IPB terapkan protokol COVID-19 secara ketat saat gelar UTBK
Baca juga: Seorang peserta UTBK di Unhas gagal ujian karena suhu tubuh tinggi

 

Pewarta : Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar