Gus Menteri minta kades bantu korban banjir bandang Masamba

id Banjir,masamba,Mendes,luwu utara

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (depan). (ANTARA/HO-Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meminta para kepala desa (kades) dan pendamping desa untuk membantu korban banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Iskandar yang akrab disapa Gus Menteri itu menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah banjir bandang yang melanda Kota Masamba di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Senin (13/7).

"Duka Masamba, menjadi duka kita bersama. Semoga tidak banyak korban, senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan," kata Gus Menteri, Rabu.

Ia kemudian memerintahkan perangkat yang berada di bawah koordinasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk bergerak membantu meringankan duka yang dialami oleh warga yang menjadi korban banjir bandang itu.

Baca juga: Gubernur Sulsel laporkan banjir Lutra kepada Presiden

Ia juga meminta Koordinator Pendamping Desa Provinsi Sulawesi Selatan untuk berkoordinasi dengan Koordinator Pendamping Desa di Luwu Utara dan Para Pendamping Desa untuk bergerak membantu proses penanganan korban.

"Koordinator Pendamping Desa Provinsi gerakkan seluruh Pendamping Desa untuk membantu proses penanganan korban," ujar dia.

Para Pendamping Desa itu, kata Gus Menteri, dapat terjun langsung ke lokasi bencana dengan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk lakukan pendataan korban banjir, utamanya yang termasuk warga desa agar proses penanganan menjadi lebih cepat dan tepat.

Proses pendataan itu, menurut dia, diperlukan untuk menentukan langkah tindak lanjut dan penanganan yang akan diberikan kepada korban banjir itu agar sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran.

"Pendamping harus bergerak cepat untuk lakukan pendataan itu agar kebutuhan para warga desa korban banjir bisa segera dipenuhi dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita," kata mantan Ketua DPRD Jawa Timur itu.

Baca juga: Dompet Dhuafa Sulsel turunkan tim bantu korban di Masamba

Gus Menteri juga mengatakan akan meminta para kepala desa yang berada di wilayah yang terkena banjir untuk bersama-sama pendamping desa bergerak bersama lakukan pendataan. Selain itu, kepada para korban, pendataan pun bisa dilakukan untuk aset-aset milik desa yang rusak terhantam banjir.

Pendataan terhadap aset seperti sekolah di desa, fasilitas infrastruktur, fasilitas kesehatan dan air bersih yang menjadi kebutuhan mendasar bagi warga desa. Aset yang berkaitan dengan kebutuhan dasar ini harus segera dilakukan perbaikan dan pembenahan.

"Kepala Desa bisa menggunakan alokasi Dana Desa untuk memperbaiki fasilitas kebutuhan dasar yang rusak itu agar bisa segera digunakan oleh masyarakat desa," katanya.

Gus Menteri berharap langkah cepat yang dilakukan itu nantinya bisa membantu para korban dan meringankan beban mereka akibat bencana banjir bandang tersebut.

Baca juga: Banjir bandang Masamba, Bamsoet sampaikan keprihatinan
Baca juga: IDI Makassar bantu korban bencana banjir bandang di Luwu Utara
Baca juga: Banjir bandang di Luwu Utara akibatkan 223 rumah rusak berat


Pewarta : Virna P Setyorini
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar