Ganjar tata pasar tradisional perkuat daya tarik Candi Borobudur

id candi borobudur,ganjar pranowo,wisata borobudur,pasar tradisional

Ganjar tata pasar tradisional perkuat daya tarik Candi Borobudur

Ilustrasi: Petugas memeriksa suhu badan pengunjung ketika mau masuk kawasan zona I Candi Borobudur. (ANTARA/Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan penataan beberapa pasar tradisional untuk mendukung daya tarik Borobudur di Kabupaten Magelang.

Guna percepatan penataan Kawasan Borobudur, Ganjar Pranowo meninjau langsung dua pasar yang akan dilakukan penataan yakni Pasar Prembulan di Desa Tegalarum dan Pasar Ikan Ngrajek di Desa Ngrajek Kabupaten Magelang, Kamis.

Ganjar dengan teliti melihat kondisi pasar serta potensi yang bisa dikembangkan di dua pasar tersebut.

Menurut dia, potensi dua pasar tradisional itu sangat besar karena di sekitar pasar sudah berdiri Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang dapat dijadikan tempat penginapan turis serta fasilitas lain seperti kampung kerajinan dan sebagainya.

"Ketika Borobudur ditetapkan sebagai kawasan wisata dunia, maka suporting kawasannya harus dilakukan. Pemerintah pusat sudah memberikan dukungan-dukungannya, maka saya ingin ikut mendukung dari sisi ekonomi rakyatnya," kata Ganjar Pranowo.

Baca juga: Zona I Candi Borobudur mulai dibuka untuk wisatawan

Menurut Ganjar, masyarakat kecil seperti pedagang pasar tradisional banyak yang belum tersentuh. Untuk itu, diperlukan upaya sentuhan dari pemerintah agar pembangunan merata.

"Di pasar tradisional yang saya kunjungi ini, diharapkan ke depan lebih tertata, lebih bagus, dan menjadi destinasi wisata baru. Yang mau kulineran di sini, lihat pembibitan ikan, atau mau beli aneka sayuran dan kerajinan di Pasar Prembulan tadi," kata Ganjar.

Oleh karena itu pihaknya akan melakukan penataan. Nantinya desain pasar-pasar tradisional itu akan dibuat lebih bagus sehingga wisatawan tertarik berkunjung.

Pasar tradisional di sekitar Borobudur harus bersih, tertata, dan menarik. Tidak hanya menjual sayuran saja, tapi kerajinan masyarakat juga harus digerakkan.

"Artinya tidak hanya di Borobudur saja, mereka yang datang ke sana hanya jalan-jalan, tapi kalau mau belanja, kulineran ya di sini. Maka kalau Borobudur dihidupkan sebagai satu destinasi besar, maka yang di pinggir-pinggir ini mendapat cipratan rezeki," katanya.

Kepala DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng Hanung Triyono menerangkan rencana penataan pasar-pasar tradisional itu akan dimulai tahun depan. Anggaran sebanyak Rp30 miliar sudah disiapkan untuk Pasar Ikan Ngrajek Rp10 miliar dan Pasar Prembulan Rp20 miliar.

Baca juga: Penambahan kuota kunjungan di Candi Borobudur dan Prambanan bertahap

 

Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar