Tiga jenazah korban banjir bandang Luwu Utara terindentifikasi

id Tim gabungan SAR, Basarnas Makassar, Mustari, tiga jenazah terindentifikasi, DVI Polda Sulsel, 38 korban jiwa, Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Tim Gabungan SAR menggunakan alat berat saat proses pencarian korban usai bencana banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (20/7/2020). FOTO/HO/Humas Basarnas Makassar.

Makassar (ANTARA) - Tiga dari tujuh jenazah yang ditemukan tanpa indentitas berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan setelah banjir bandang yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Luwu Utara pada Senin (13/7).

"Dari laporan perkembangan Basarnas di Posko DVI, tiga jenazah telah teridentifikasi, sisanya empat jenazah belum terindentifikasi," ujar Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Makassar, Mustari di Makassar, Senin.

Baca juga: Satgas Paskhas TNI AU bersihkan Masjid Agung Masamba

Tiga korban tersebut masing-masing atas nama Mariana, perempuan berusia 45 tahun, Anwar Ashari laki- laki berusia 65 tahun, keduanya asal Desa Radda. Selanjutnya, Unas, laki-laki berusia 23 tahun asal Desa Pontaden.

Sementara operasi gabungan SAR hari ke delapan pascabencana, hingga Senin sore  sampai operasi berakhir, belum ada jenazah korban ditemukan, dan operasi akan dilanjutkan pada Selasa (21/7) esok.

Baca juga: Yonif 711/Raksatama Palu kirim bantuan kepada korban banjir Masamba

Untuk status data korban per 20 Juli 2020, jumlah korban sebanyak 1.590 orang, selamat 1.543 orang, meninggal dunia tidak bertambah dan masih 38 orang dan dalam pencarian sembilan orang. Tim yang diturunkan Gabungan SAR, serta 826 personel dari potensi SAR.

Sebelumnya, tim tanggap darurat penanggulangan bencana daerah memutuskan memperpanjang batas waktu pencarian korban bencana banjir bandang bandang di kabupaten setempat tiga hari ke depan .

Mustari mengatakan hal ini sesuai hasil rapat evaluasi dan koordinasi dengan bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim serta masyarakat, merujuk prosedur penanganan tanggap bencana tujuh hari, namun masih bisa ditambah.

Baca juga: GTPP Luwu Utara siapkan tes cepat bagi relawan

"Dilihat lokasi dan masih ada korban yang hilang, sehingga pemda menambah tiga hari masa pencarian," ujarnya.

Data sementara dari BPBD setempat tercatat sebanyak 14.438 jiwa dari total 3.627 kepala keluarga (KK) mengungsi. Sebanyak 4.202 unit rumah warga ikut terdampak, sembilan unit sekolah, 13 unit rumah ibadah, rinciannya 12 masjid dan satu gereja.

Fasilitas kesehatan rusak masing-masing satu puskesmas, satu laboratorium kesda dan satu unit PSC serta delapan kantor pemerintahan. Akses jalan yang terdampak, total sepanjang 12,8 kilometer, dan sembilan jembatan mengalami kerusakan.

Baca juga: Korban jiwa banjir bandang di Masamba bertambah dua jadi 38 orang

 

Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar