Hindari COVID-19, transaksi ambulans di Jakarta diharapkan non tunai

id Corona,Ambulans Gawat Darurat,Bank DKI,COVID-19

Kegiatan edukasi pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) yang dilakukan oleh Bank DKI. (HO/Bank DKI)

Jakarta (ANTARA) - Transaksi Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta diharapkan non tunai untuk menghindari penularan COVID-19.

"Dengan adanya layanan pembayaran ambulans secara cashless ini, masyarakat pengguna jasa AGD tidak perlu lagi menggunakan uang tunai, mengingat pada pandemi COVID-19 saat ini, uang tunai sangat berpotensi menjadi media penyebaran virus COVID-19," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Bank DKI memberikan kemudahan transaksi bagi warga DKI Jakarta yang membutuhkan layanan kesehatan dengan mendukung sistem pembayaran AGD. Pembayaran dapat dilakukan secara non tunai melalui layanan e-channel Bank DKI seperti JakOne Mobile, Virtual Account dan Debit ATM Bank DKI melalui mesin EDC.

"Hal ini merupakan bentuk komitmen Bank DKI untuk terus mendukung Pemprov DKI Jakarta serta mendukung sektor Kesehatan di DKI Jakarta," kata Herry.

Bank DKI juga mendukung transaksi keuangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang meliputi pembayaran payroll/gaji dan fasilitas Kredit.

"Kami yakin, Bank DKI bukan hanya sebagai entitas bisnis, namun Bank DKI adalah bagian dari keluarga besar DKI Jakarta," kata Herry.

Baca juga: Bank DKI tingkatkan kesiapan hadapi normal baru
Baca juga: Rencana Bank DKI kembangkan E-Order bantu UKM dinilai pulihkan ekonomi
Baca juga: Bank DKI sasar milenial Jakarta via layanan digital "QR Code"
Warga mengantre masuk ke ATM Bank DKI dengan mengatur jarak aman, Jakarta, Sabtu (16/5/2020). (HO)
Salah satu terobosan ini menambah berbagai terobosan oleh Bank DKI hingga membuat perbankan milik Pemprov DKI Jakarta ini berhasil menjadi juara kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam survei "Bank Service Excellence Monitor (BSEM) 2020" oleh Majalah Infobank bekerjasama dengan Marketing Research Indonesia (MRI).

Kualitas pelayanan yang dinilai dalam BSEM mencakup aspek "walk in channel" (satpam, teller, customer service, telepon cabang, ATM cabang dan convenient branch experience) dan electronic banking (mobile banking, internet banking, sms banking dan call center). Di aspek "walk in channel" Bank DKI meraih skor sempurna 100 persen untuk kategori ATM Cabang.

Selanjutnya di aspek "electronic banking", performa dan fitur yang dimiliki mobile banking Bank DKI, yakni JakOne Mobile membawa bank yang dikomandoi Zainuddin Mappa sebagai direktur utama ini unggul dibanding BPD-BPD lain. Total skor yang diraih Bank DKI 80,06 persen.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar