Hari pertama pembukaan kembali bioskop, China raup Rp6,8 miliar

id film China, kerja sama film Indonesia-China,Boundless Love,perfilman China,pemutaran film Indonesia di China,pembukaan bioskop di China,Beijing

Dokumentasi. Para pemain dan pendukung film berjudul "Boundless Love", yang mengetengahkan kisah asmara pasangan beda negara berlatar belakang Kota Palembang, Sumatra Selatan, berfoto bersama seusai penayangan perdana di gedung bioskop di kawasan Tian'anmen, Beijing, pada 2019. (ANTARA/M. Irfan Ilmie/TM)

Jakarta (ANTARA) - China meraup pendapatan 3,28 juta yuan atau sekitar Rp6,87 miliar dari penjualan tiket penonton film pada hari pertama pembukaan kembali gedung-gedung bioskop, Senin (20/7), yang sebelumnya ditutup hampir enam bulan akibat pandemi.

Aplikasi daring penjualan tiket film terbesar di China, Maoyan, mencatat pada hari pertama itu sekitar 130.000 lembar tiket terjual.

Namun media China, Caixin, pada Rabu mencatat penjualan tiket selama triwulan pertama tahun ini hanya 2,25 miliar (Rp4,71 triliun) atau turun sekitar 87,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Badan Perfilman China (CFA), Kamis (16/7), mengumumkan gedung-gedung bioskop di China sudah bisa kembali beroperasi mulai Senin dengan menerapkan tindakan antipandemi yang sangat ketat.

Ada dua film domestik yang tayang pada pembukaan hari pertama itu, yakni tentang sekelompok anak yang tumbuh di Daerah Otonomi Xinjiang dan kisah tentang pengrajin China.

Untuk film internasional ada "Wolf Warrior 2" dan "Coco", film animasi produksi Disney.

Di Provinsi Zhejiang, jumlah penonton hari pertama mencapai 2.000 orang. Sementara itu di Daerah Otonomi Xinjiang dan Daerah Otonomi Tibet, bioskop masih tutup karena pemerintah setempat masih berkonsentrasi pada pencegahan COVID-19.

Beberapa gedung bioskop di kawasan berisiko rendah COVID-19 di Beijing sudah bisa beroperasi kembali.

Namun, gedung bioskop hanya bisa menampung 30 persen penonton dan tidak menjual tiket berdampingan seperti saat situasi normal, demikian dinyatakan Direktur Perfilman Beijing Wang Jiequn.

Menurut Wang, para penonton harus mencantumkan nama lengkap saat memesan tiket, mengenakan masker, dan tempat duduknya berjarak sekitar satu meter.

Gedung bioskop di ibu kota China itu juga disemprot disinfektan minimal dua kali dalam sehari.

Pengelola gedung bioskop juga dilarang menjual makanan, minuman, dan makanan ringan, demikian dilaporkan portal berita Sina.

Sebelumnya, seluruh gedung bioskop di Beijing yang berjumlah 262 unit ditutup sejak akhir Januari akibat pandemi. 

Baca juga: Sempat dibuka, China kembali tutup bioskop-bioskopnya

Baca juga: Beijing kembali turunkan status siaga COVID-19

Baca juga: China bersiap hadapi serangan lanjutan COVID musim gugur-musim dingin


 

Kolektor film dirikan museum film lama di Hebei, China


Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar