Satu keluarga di Cilegon terlindungi JKN-KIS saat sakit

id bpjs kesehatan,jkn-kis

Warga Kota CIlegon Ismail bersama anak dan istrinya menunjukkan Kartu Indonesia Sehat. (ANTARA/HO-BPJS Kesehatan)

Jakarta (ANTARA) - Satu keluarga di Kota Cilegon yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat terlindungi dari biaya layanan kesehatan yang mahal ketika sakit karena mendapatkan manfaat dari program jaminan kesehatan sosial dari pemerintah.

Warga lingkungan Ciora Wetan Kecamatan Grogol Kota Cilegon Banten Ismail yang merupakan salah satu peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau lebih dikenal dengan peserta mandiri JKN-KIS dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu, mengaku sangat merasakan manfaat program ini karena dia dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan kehadiran program JKN-KIS.

“Ini anak dan istri saya selama jatuh sakit, mereka menggunakan kartu JKN-KIS. Anak saya terkena DBD. Alhamdulillah kami sangat merasa terbantu dengan adanya Program JKN-KIS. Sebelumnya, setiap keluarga akan berobat kami takut karena terkendala dengan biaya. Tapi dengan adanya Program JKN-KIS ini, sekarang kami sudah tidak takut lagi untuk berobat ketika sakit,” ujarnya.

Ayah dari satu anak ini juga menambahkan dirinya beserta keluarga sudah beberapa kali menggunakan kartu kepesertaan JKN-KIS untuk berobat. Beberapa waktu lalu istrinya yang melakukan persalinan di rumah sakit juga menggunakan kartu JKN-KIS miliknya. Istri Ismail merupakan pegawai di salah satu perusahaan di Kota Cilegon.

Baca juga: Pemerintah gunakan data BPJS Kesehatan minimalkan risiko COVID-19

Baca juga: Aplikasi Mobile JKN jadi pilihan Arneta untuk akses mudah JKN-KIS


“Jadi dulu waktu istri saya melahirkan anak saya, untuk biayanya menggunakan kartu KIS. Alhamdulillah anak selamat, istri juga selamat. Jadi kami terbantu dengan Program JKN-KIS. Kami tidak perlu cemas memikirkan biaya pengobatan anak,” ucapnya lega.

Ismail menjelaskan bahwa Program JKN-KIS diperuntukkan bagi seluruh warga tanpa memandang kalangan apapun. Dia menerangkan selama menggunakan layanan di rumah sakit sebagai pasien JKN-KIS tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan.

“Dokter dan perawat melayani dengan ramah, tidak membedakan pasien umum dengan pasien JKN-KIS. Jadi kami juga merasa nyaman dan tidak kecil hati datang berobat dengan JKN-KIS,” ujarnya.

Ismail percaya menjadi peserta JKN-KIS tidak hanya menyelamatkan diri dan anggota keluarganya saja, akan tetapi jutaan masyarakat di luar sana telah banyak yang merasakan manfaatnya.

Oleh karenanya dia berkomitmen untuk selalu menjaga keaktifan kepesertaan JKN-KIS miliknya dan keluarga. Dengan adanya Program JKN-KIS, Ismail memiliki harapan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa mengkhawatirkan masalah biaya.

Ia dan keluarga bisa memeriksakan diri dan berobat kapan saja, asal sesuai dengan prosedur pelayanan. Sebagai seorang pekerja honorer di kelurahan, Ismail merasa tenang keluarganya terlindungi oleh JKN-KIS.

"Namun saya berharap BPJS Kesehatan bisa mengcover semua jenis penyakit tanpa terkecuali. Semoga BPJS Kesehatan agar terus hadir melindungi warga yang butuh biaya pengobatan," kata dia.

Baca juga: Badan usaha diminta BPJS tetap lindungi pekerjanya dengan JKN

Baca juga: BPJS Kesehatan luncurkan E-Dabu Mobile untuk permudah badan usaha

Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar