Peneliti Indef: IPO "subholding" akan untungkan Pertamina

id pertamina,subholding,ipo subholding pertamina,indef

Operator melayani pembelian bahan bakar dengan sistem non tunai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) di Malang, Jawa Timur, Kamis (16/7/2020). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz.

Jakarta (ANTARA) - Restrukturisasi dan rencana initial public offering (IPO) subholding PT Pertamina (Persero) dinilai akan menguntungkan BUMN tersebut, terutama karena bisa menjadi sumber pendanaan dalam rangka ekspansi bisnis.

"Kalau untuk ekspansi bisnis, tentu rencana itu menguntungkan, karena tujuan IPO memang untuk pendanaan ekspansi bisnis," kata peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, prospek subholding Pertamina dalam lantai bursa juga cerah karena bisnis migas tidak pernah mati.

"Jadi, IPO akan menguntungkan. Yang perlu dilihat, apakah Pertamina memang perlu IPO atau tidak," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Yusril: IPO Subholding Pertamina sesuai konstitusi dan perundangan

Rencana masuknya subholding Pertamina di lantai bursa, lanjutnya, juga sebagai hal lumrah dilakukan entitas bisnis, apalagi, yang akan IPO adalah subholding, bukan Pertamina.

"Tidak ada masalah. Karena, Pertamina masih bisa mengendalikan anak perusahaannya," katanya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan pihaknya terus memperkuat komitmen menjalankan fungsi strategis dalam mengelola dan menyediakan energi bagi kepentingan masyarakat hingga pelosok negeri pascarestrukturisasi perusahaan.

"Sebagai badan usaha milik negara, seluruh kebijakan Pertamina harus mengacu pada arahan pemegang saham, dalam hal ini Menteri BUMN yang mewakili pemerintah," tuturnya dalam keterangan resminya.

Dia mengatakan dalam menjalankan kebijakan tersebut, manajemen Pertamina senantiasa mempertimbangkan aspek strategis, prosedur, termasuk seluruh aset perusahaan, serta pekerja sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Fajriyah menegaskan restrukturisasi Pertamina telah sesuai dengan keputusan pemegang saham sebagaimana yang tertuang dalam Buku Putih dan Roadmap Transformasi BUMN.

Selain itu, dia memastikan bahwa proses dijalankan secara prudent serta profesional, sejalan dengan undang-undang maupun regulasi yang ada.

Bahkan, dengan langkah tersebut, pemerintah berharap Pertamina dapat mengembangkan bisnis dengan lebih agresif sehingga dapat meningkatkan kontribusi perseroan ke pemerintah.

"Saat ini, Pertamina fokus menyukseskan restrukturisasi untuk dapat meningkatkan kinerja operasional maupun finansial," tegasnya.

Adapun, terkait dengan pekerja, tambah Fajriyah, Pertamina memaksimalkan pemberdayaan pekerja dengan memastikan status kekaryawanan seluruh pekerja Pertamina tetap sama dengan perlindungan terhadap hubungan kerja serta hak-hak normatif pekerja, seperti ketentuan perusahaan di mana pun mereka ditugaskan, baik di induk usaha (holding) maupun anak usaha (subholding).

"Pertamina memastikan seluruh proses bisnis Pertamina berjalan baik, guna memastikan layanan kepada publik tetap berjalan. Manajemen dan pekerja juga tetap fokus untuk bekerja dan melakukan inovasi untuk menghadapi tantangan ke depan dan mewujudkan inovasi membanggakan dan target achievement seperti Fortune 100 dan green energy," katanya.

Baca juga: Pertamina siap produksi D-100
Baca juga: Pertamina siapkan infrastruktur dorong digitalisasi layanan

Pewarta : Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar