Penumpang LRT Sumsel turun drastis dihantam COVID-19

id LRT Sumsel,COVID-19,KAI

Petugas berjaga di sisi rel kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Stasiun Dishub Palembang. ANTARA FOTO/Feny Selly/aww.

Jakarta (ANTARA) - Penumpang LRT di Palembang, Sumatera Selatan, turun drastis imbas pandemi COVID-19 yaitu sempat menjadi hanya 400 orang per hari dari rata-rata yang bisa mencapai 7.000 orang per hari.

LRT Sumselsudah  beroperasi selama dua tahun sejak 23 Juli 2018 dan mulai digunakan sebagai sarana transportasi bagi masyarakat di Sumatera Selatan dan ikut mendukung transportasi atlet pada perhelatan Asian Games ke-18 tahun 2018, namun jumlah penumpang semakin menurun imbas pandemi COVID-19.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyebutkan trafik dari 2018 sampai Triwulan I tahun 2020 awal rata-rata per hari 3.000 penumpang, meningkat menjadi rata-rata 7.000 penumpang per hari dan mencapai 10.000-12.000 penumpang saat akhir pekan dengan total 927.432 penumpang di 2018 naik menjadi 2,6 juta penumpang di 2019.

“Namun saat pandemi COVID-19 mewabah di Indonesia, pandemi ini membuat jumlah pengguna LRT menurun menjadi rata-rata 400 penumpang per hari di awal-awal pandemi dan saat ini berkisar rata-rata 700 penumpang per hari sehingga untuk semester pertama 2020 LRT Sumsel mengangkut 785.858 penumpang,” kata Aida.

LRT Sumsel mengikuti arahan pemerintah mendukung memutus penyebaran COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan di antaranya jaga jarak fisik, penyediaan hand sanitazer di stasiun dan di LRT, melakukan penyemprotan desinfektan di stasiun dan LRT, pemeriksaan suhu tubuh bagi calon penumpang, penggunaan masker dan pakaian berlengan panjang.

Serta larangan berbicara di dalam LRT bagi penumpang untuk menghindari sentuhan langsung dengan penumpang dan menghindari droplet termasuk melakukan pengurangan jumlah perjalanan menjadi 22 perjalanan perhari mulai pukul 08.04 – 15.41 WIB dari awal sebelum pandemi sebanyak 74 perjalanan.

Aida menuturkan memperingati dua tahun operasional, LRT Sumsel mengisi kegiatan sosial secara sederhana sebagai bentuk kepedulian dengan Pekan LRT Sumsel Peduli, memberikan santunan kepada Panti Asuhan, melaksanakan donor darah dan kebersihan lingkungan stasiun tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, dua tahun operasional, LRT Sumsel memberikan kemudahan bagi penumpang untuk pembayaran tiket, dengan menggandeng aplikasi LinkAja, sehingga selain tiket manual QR code, kartu uang elektronik dan ditambah LinkAja di 13 stasiun.

“Kita semua berharap pandemi COVID-19 ini cepat berlalu, tetap ikuti protokol kesehatan dalam beraktivitas, LRT Sumsel selalu hadir menjadi bagian transportasi publik yang aman, nyaman dan modern,” ujarnya.

LRT Sumatera Selatan melayani 13 stasiun di mana harga tiket Rp5.000 untuk antarstasiun dan Rp10.000 untuk dari dan menuju stasiun Bandara.

PT KAI selaku operator terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa LRT di antaranya mempercepat jarak tempuh, waktu tunggu antar stasiun (headway), integrasi dengan Trans Musi dan Damri, penambahan jumlah perjananan per hari, kemudahan memilih alat pembayaran untuk pembelian tiket hingga perbaikan sistem jalur dan persinyalan.

Baca juga: Jadwal perjalanan LRT Sumsel diubah antisipasi penyebaran COVID-19
Baca juga: Trainset LRT Sumsel disemprotkan cairan disinfektan setiap hari


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar