Kanada: Analisis data awal kotak hitam pesawat jatuh Ukraina selesai

id Analisis data awal, kotak hitam pesawat jatuh Ukraina,Iran

Kanada: Analisis data awal kotak hitam pesawat jatuh Ukraina selesai

Mobil jenazah, yang membawa sebelas warga Ukraina korban kecelakaan pesawat Ukraine International Airlines penerbangan 752 menuju upacara persemayaman, terlihat di depan sejumlah pesawat Ukraine International Airlines di Bandara Internasional Boryspil di luar Kiev, Ukraina, Minggu (19/1/2020). (ANTARA/REUTERS/VALENTYN OGIRENKO/TM)

Ottawa (ANTARA) - Tim internasional pemeriksa kotak hitam milik pesawat Ukraina, yang ditembak jatuh oleh pasukan Iran, telah menyelesaikan analisis data awal di Prancis, menurut Dewan Keselamatan Transportasi Kanada (TSB) pada Kamis (23/7).

"Tugas di Paris selesai, namun penyelidikan masih panjang perjalanannya. Masih banyak pertanyaan inti yang musti dijawab," kata Kepala TSB, Kathy Fox melalui pernyataan.

Biro investigasi kecelakaan Prancis, BEA, menangani tugas di Paris dan pihaknya tidak mengatakan apa yang terkuak dari analisis tersebut.

Pemberian informasi lebih lanjut menjadi kewenangan otoritas Iran, yang memimpin penyelidikan, kata Fox. Ia mendesak Teheran agar bertindak secepat mungkin.

Proses analisis kotak hitam melibatkan seorang penyelidik dari Iran dan diawasi oleh pakar asal Kanada, Amerika Serikat, Swedia dan Inggris. Perwakilan dari maskapai, Boeing Co, dan pabrik mesin Safran AS turut serta dalam proses tersebut.

Pasukan Iran mengaku menembak jatuh pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines pada 8 Januari setelah mengira pesawat itu sebagai rudal. Insiden tersebut terjadi di tengah peningkatan ketegangan antara Iran dan AS.

Sumber: Reuters

Baca juga: Jaksa Iran: penembakan jatuh pesawat Ukraina karena kesalahan manusia

Baca juga: Ukraina tidak puas dengan ganti rugi korban kecelakaan pesawat di Iran

Baca juga: Kanada dan Iran berselisih soal hak untuk analisa kotak hitam pesawat


 

Iran tidak ingin ada perang di kawasan Timur Tengah


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar