Ekowisata Mangrove Medokan Sawah Surabaya tambah wahana baru

id ekowisata mangrove,pemkot surabaya,wahana baru,bahan bekas

Sejumlah warga menikmati wahana baru di ekowisata Mangrove Medokan Sawah, Rungkut, Kota Surabaya, Sabtu (25/7/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya/am.

Surabaya (ANTARA) - Ekowisata Mangrove (bakau) yang berlokasi di Kelurahan Medokan Sawah, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, saat ini menambah wahana baru yang bisa digunakan oleh warga untuk berswafoto.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati di Surabaya, Sabtu, mengatakan wahana baru yang berada di samping bozem Medokan Sawah itu dibuat dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang tidak terpakai.

"Pembuatannya dengan memanfaatkan beberapa barang bekas yang tidak terpakai seperti bekas pipa pompa air, paving, kayu, hingga tiang PJU (Penerangan Jalan Umum) yang telah rusak," katanya.

Menurut dia, berbagai barang bekas itu diubah menjadi benda-benda yang bermanfaat seperti bekas pipa dari rumah pompa dicat lalu dibentuk menjadi bermacam-macam pot bunga. Beberapa kursi dan meja lengkap dengan vas bunga ditata berjajar di sepanjang wahana itu.

Baca juga: KLHK: Surabaya berpeluang dapat akreditasi kota lahan basah dunia

Baca juga: Pengunjung taman hutan raya di Surabaya dilarang bawa plastik


Selain itu pula, di lokasi itu juga dilengkapi dengan beberapa gazebo yang nyaman digunakan untuk beristirahat. "Di situ juga ada banyak gazebo, kebetulan gazebo itu hasil sumbangan, kemudian ada juga bantuan perahu," ujar Erna.

Sejak dibangun satu tahun yang lalu, kata dia, beberapa tanaman mulai berbunga. Hal ini tentu semakin menambah estetika kecantikan kawasan itu sehingga menjadi magnet wisata baru bagi masyarakat.

"Banyak masyarakat yang datang. Terus, tambaknya juga banyak. Kita buatkan jembatan yang alami dari kayu-kayu. Sehingga tambak-tambak tadi bisa dipakai untuk wisata juga," katanya.

Selain itu, alat berat yang tak terpakai karena telah rusak, juga dimanfaatkan untuk aksesoris di sana. Dengan modal ide kreativitas, alat yang telah rusak ini pun dicat dan disulap menjadi aksesoris yang menarik.

"Jadi semuanya dari barang bekas. Sampai alat berat itu yang sudah rusak dan tidak bisa dipakai dijadikan tronton kecil ditaruh di sana, jadi bisa untuk spot foto. Itu semua yang mengerjakan anak-anak Satgas PU sendiri," katanya.

Sedangkan untuk meja dan kursi, terbuat dari bekas pipa pompa air yang tak terpakai. Pipa bekas itu pun diambil dari rumah pompa yang telah diganti kapasitasnya kemudian dipermak dan dicat menjadi meja.

"Pompa atas ada plendesnya, itu juga dibuat bentuknya macam-macam. Ada yang dipakai meja, tempat duduk," katanya.

Tidak hanya itu, wahana baru itu juga dilengkapi dengan tempat bermain untuk anak-anak. Pembuatannya pun sama dengan memanfaatkan barang-barang bekas tak terpakai. "Ada ayunan itu juga dari barang bekas. Tiang-tiang bekas PJU dari Dishub (Dinas Perhubungan) itu diminta, terus dibuat jadi ayunan," katanya.

Meski demikian, Erna menyatakan, pemanfaatan barang bekas menjadi benda-benda yang bermanfaat itu pun tak berhenti sampai di sini. Rencananya, beberapa bozem yang ada di Surabaya juga bakal dibuat serupa.

"Ada rencana, tapi saat ini barang-barang bekasnya masih dikumpulkan dulu," ujarnya.*

Baca juga: Pemkot Surabaya gandeng Kitakyushu teliti ekosistem mangrove Wonorejo

Baca juga: 5.000 bibit mangrove ditanam di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar