WHO: Pandemi corona "satu gelombang besar", bukan musiman

id Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ,pandemi corona,gelombang besar

Layar monitor menampilkan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah) saat berbicara dalam konferensi pers daring (online) dari Jenewa, Swiss di Brussel, Belgia, Senin (29/6/2020). Dirjen WHO pada Senin (29/6) mengatakan bahwa semua negara yang hidup dengan COVID-19 akan menjadi suatu kondisi normal baru dalam beberapa bulan mendatang, karena pandemi ini telah menginfeksi lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia, termasuk hampir 500 ribu kematian yang diakibatkannya. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Cheng/wsj.

Jenewa (ANTARA) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa memperingatkan agar tidak merasa lega tentang transmisi virus corona baru selama musim panas di belahan bumi utara karena virus ini berbeda dari influenza yang cenderung mengikuti tren musiman.

"Masyarakat masih berpikir soal musim. Apa yang kita semua perlu tanamkan di benak adalah bahwa ini virus baru dan...ini sifatnya berbeda," kata Juru bicara WHO Margaret Haris saat konferensi virtual di Jenewa.

Baca juga: Tedros: Tinjauan COVID-19 tak akan mengganggu tugas WHO

Ia mendesak kewaspadaan dalam menjalankan langkah-langkah untuk memperlambat penularan, yang menyebar melalui kerumunan massal.

Ia juga memperingatkan agar tidak memikirkan gelombang virus. Ia mengatakan: "Ini akan menjadi satu gelombang besar. Bakal sedikit naik atau turun. Hal yang terbaik untuk dilakukan adalah membuatnya rata dan mengubahnya menjadi sesuatu yang sejajar dengan kaki Anda."

Sumber: Reuters

Baca juga: WHO: Kasus corona di seluruh dunia tembus angka 14 juta

Baca juga: Jerman desak WHO untuk percepat peninjauan penanganan pandemi

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar