Presiden : Pamong praja harus beri pemikiran beda perbaiki birokrasi

id Presiden Jokowi,IPDN,pamong praja muda,aa

Wisudawan mengikuti prosesi wisuda di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/7/2020). Sebanyak 881 praja lulusan angkatan XXVII yang telah menempuh pendidikan D4 dan S1 mengikuti wisuda yang dipimpin langsung oleh Mendagri Tito Karnavian dan selanjutnya akan dilantik sebagai Pamong Praja Muda IPDN oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (29/7). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta para pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memberikan pemikiran kerja yang berbeda dan baru untuk membuat birokrasi yang cepat dan tepat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

“Dalam kondisi normal pun cara kerja kita harus berorientasi hasil, harus cepat, efisien, langsung dirasakan oleh rakyat. Apalagi dalam kondisi krisis kesehatan, krisis pandemi seperti ini, cara kerja seperti itu tidak bisa ditawar lagi,” kata Presiden dalam pelantikan para Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Presiden Jokowi melantik sebagian besarPamong Praja Muda IPDN secara daring atau virtual. Total terdapat 881 pamong praja muda yang dilantik pada Rabu ini, dengan enam orang di antaranya dilantik langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor.

Baca juga: Presiden ajak pamong praja kawal cara kerja baru

Sementara Pamong Praja Muda lainnya dilantik di lapangan parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, dan kampus IPDN Cilandak, DKI Jakarta.

Presiden berharap para Pamong Praja Muda IPDN memberikan nuansa kerja yang berbeda di pemerintahan. Tujuan perbaikan birokrasi adalah tata cara kerja yang cepat dan tepat (smart shortcut) dan dapat memberikan hasil kerja yang dirasakan langsung oleh rakyat.

“Kita perlu cara kerja baru. Kita perlu budaya kerja baru yang lebih inovatif, cepat, berani smart shortcut,” ujar Presiden.

Saat ini dan ke depannya, kata Presiden, sudah bukan zamannya lagi negara besar mengalahkan negara kecil, melainkan negara cepat yang memgalahkan negara lambat. Namun tata cara birokrasi di pemerintah Indonesia justru terbelenggu aturan-aturan yang kontraproduktif sehingga menyulitkan untuk akselerasi dalam pembangunan.

“Terlalu banyak prosedur, terlalu banyak tahapan-tahapan prosedur. Birokrasi telah terjebak oleh aturan yang menyulitkan yang dibuatnya sendiri,” ujarnya.

Baca juga: Presiden: Menjadi Pamong Praja buka ladang pengabdian membanggakan

Kepala Negara mengucapkan selamat kepada para pamong praja IPDN yang akan dilantik pada Rabu ini. Kepala Negara memahami perjuangan siswa-siswi IPDN untuk bisa dilantik sangat berat dan harus melewati ujian mental dan fisik yang sedemikian rupa.

“Ketahanan mental dan fisik saudara-saudara harus sangat prima. Kebangsaan dan ke-Indonesiaan saudara-saudara telah tertanam kuat dan komitmen saudara untuk melayani masyarakat tidak saya ragukan. Tetapi komitmen saja tidaklah cukup,” ujar Presiden.

“Saudara harus menajdi penggerak inovasi, menjadi motor reformasi birokrasi, menjadi motor pengembangan cara-cara kerja baru, menajdi motor penggerak pemerintahan yang baru,” Presiden Jokowi menambahkan.

Baca juga: Presiden Jokowi: Pamong praja muda jadi motor reformasi birokrasi


Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar