Wakil Ketua MPR napak tilas Masjid Ar Rabithah Flores

id MPR RI,Bung Karno,PKB

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengunjungi Masjid Ar Rabithah yang berada di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/7/2020). ANTARA/Handout/aa.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengunjungi Masjid Ar Rabithah yang berada di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam rangka napak tilas salah satu tempat yang sering dikunjungi Bung Karno ketika diasingkan pemerintah kolonial Belanda.

"Bung Karno menemukan ruh Pancasila di masjid. Intinya dari masjid sesungguhnya nilai-nilai pancasila ditemukan," kata Jazilul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Bamsoet minta pemerintah ambil langkah strategis kendalikan COVID-19
Baca juga: Bamsoet apresiasi KPK selamatkan uang negara Rp79 triliun


Hal itu dikatakan Jazilul Fawaid saat mengunjungi Masjid Ar Rabithah di Kabupaten Ende, Pulau Flores, NTT, Selasa (28/7).

Dia mengatakan masjid itu sudah berdiri sejak tahun 1500-an dan mengalami beberapa kali pemugaran.

Menurut dia, di masjid yang disangga 4 tiang atau pilar itu, saat diasingkan pemerintah kolonialisme Belanda, Bung Karno sering beribadah.

Karena itu Masjid Ar Rabithah menjadi bagian dari situs Bung Karno di Ende.

"Di Ar Rabithah, Bung Karno tidak hanya menjalankan ibadah sholat lima waktu dan ibadah lainnya namun juga berkontemplasi untuk menemukan ruh keislaman dan kebangsaan. Ini yang tidak banyak diketahui oleh ummat Islam," ujarnya.

Menurut politisi PKB itu, Islam menjiwai Pancasila dan Islam menjiwai nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.

"Islam rahmatan nil alamin sudah dibuktikan oleh masyarakat Ende. Islam rahmatan nil alamin membuat Indonesia lestari dan kuat," katanya.

Menurut dia, dengan konsep tersebut, kehidupan masyarakat Ende yang beragam dapat hidup rukun dan damai.

Baca juga: Jazilul soroti kondisi Taman Renungan Bung Karno
Baca juga: MPR minta KKP dan Kementan utamakan program strategis saat pandemi


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar