Lampung tiadakan penyekatan, fokus pengawasan menjelang Idul Adha

id Protokol kesehatan, Idul Adha, pengawasan trasnportasi

Dokumentasi - Operasi penyekatan arus mudik untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona (COVID-19) di Gerbang Tol Bakauheni Selatan, Lampung. ANTARA/HO-Hutama Karya/aa.

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Perhubungan Provinsi Lampung meniadakan penyekatan kendaraan menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, hanya fokus melakukan pengawasan di simpul transportasi.

"Menjelang Hari Raya Idul Adha seperti yang telah disampaikan kemarin diprediksi terjadi lonjakan karena libur panjang, tetapi kami tidak lagi melakukan penyekatan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo di Bandarlampung, Rabu.

Ia menjelaskan penyekatan atau pembuatan posko khusus tidak lagi dilakukan sebab sejumlah daerah tidak lagi menerapkan aturan pembatasan wilayah.

Baca juga: Penambahan kasus positif COVID-19 nihil, tiga pasien dinyatakan sembuh

"Saat ini telah ada penerapan adaptasi kebiasaan baru, sehingga banyak daerah telah tidak menerapkan aturan PSBB, sehingga kami tidak membuat posko penjagaan khusus hanya melakukan pengawasan di simpul transportasi," katanya.

Ia mengatakan meski tidak melakukan penyekatan kendaraan, pengawasan arus lalu lintas dan penerapan protokol kesehatan di simpul transportasi tetap dilaksanakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 antardaerah.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Lampung bertambah 2 orang

Baca juga: Tiga pasien sembuh COVID-19 di Lampung warga Pesisir Barat


"Pengawasan ketat masih diterapkan di simpul transportasi untuk transportasi udara bandara masih memberlakukan aturan membawa hasil tes cepat, lalu untuk pelabuhan telah diwajibkan membawa kartu kewaspadaan kesehatan," katanya.

Menurutnya, telah banyak warga yang melakukan perjalanan darat, dan rata-rata yang sudah menyeberang melalui pelabuhan sebanyak 23 ribu orang.

"Kendaraan logistik tidak akan mengalami hambatan, dan untuk penyeberangan telah ada berkisar 23 ribu orang, kalau untuk bus telah ada 180 orang, kendaraan pribadi berkisar 2 ribu orang, untuk puncak perjalanan diperkirakan pada Kamis besok, kita upayakan agar operator transportasi menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Lampung bertambah lima

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar