Mendes PDTT: Padat Karya Tunai Desa fokus perkuat ketahanan pangan

id Mendes PDTT, PKTD,ketahanan pangan

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar berdiri saat menyaksikan penandatanganan kerja sama Kemendes PDTT dengan PT Astra, dari Kantor Kemendes PDTT Jakarta, Rabu (29/7/2020). (Humas Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa.

"Dari Dana Desa yang masih tersisa, kita fokus untuk Padat Karya Tunai, tapi langsung fokus pada ketahanan pangan," kata Mendes saat berdiskusi dengan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro melalui keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Mendes: Padat Karya Tunai Desa bantu turunkan kemiskinan di desa

Baca juga: Mendes tekankan perlunya pertahankan akar budaya saat membangun desa


Ia memberikan perumpamaan jika ada lahan kosong, menjadi tugas masyarakat desa setempat untuk memikirkan bagaimana caranya mengolah lahan pertanian tersebut.

Pekerja dari program PKTD, menurut Mendes PDTT, diutamakan dari masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi, penganggur dan setengah penganggur, serta masyarakat marjinal lainnya.

Ia berharap PKTD akan membantu meringankan ekonomi masyarakat desa di samping program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan program Bantuan Sosial (Bansos) lainnya.

"Dengan adanya PKTD yang kita fokuskan untuk ketahanan pangan ini, masyarakat dapat (tambahan pendapatan), kelompok miskin dapat penambahan uang belanja selain Bansos dan BLT. Kemudian desa akan punya produksi," ujar Gus Menteri.

Gus Menteri juga meminta Universitas Indonesia untuk memberikan pendampingan terhadap desa, terutama pada bidang perencanaan pembangunan. Selain itu, ia juga mengajak UI untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak termasuk swasta dalam membantu mengembangkan pedesaan.

Baca juga: Optimistis, Mendes PDTT sebut ekonomi akan bangkit dari desa

Ia ingin pembangunan sebuah desa tidak hanya dilakukan pemerintah ataupun perguruan tinggi saja, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk swasta.

"Saya berkeinginan kalau semua Pertides (Forum Perguruan Tinggi untuk Desa) memutuskan melakukan pendampingan, perencanaan, kemudian terakumulasi, bayangan saya akan efektif," ujar mantan Ketua DPRD Jawa Timur itu.

Terkait perencanaan, katanya, juga harus didasari oleh data-data yang valid. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama dari setiap program di desa adalah untuk mengurangi kemiskinan.

"Perencanaan pembangunan desa kalau datanya valid, kemiskinan sekian, masih ditemukan warga kelaparan, ini yang kemudian menjadi satu rumusan pembangunan ke depan di desa," kata Gus Menteri.

Baca juga: Mendes nilai penggunaan Dana Desa untuk BLT tepat

Pewarta : Katriana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar