GTPP: Tinggal lima kabupaten/kota di Aceh masih nihil kasus COVID-19

id Aceh,Covid-19,Pemprov Aceh,Banda Aceh,Aceh Tengah,Bener Meriah,Lima Daerah Nihil Covid-19,Covid-19 Indonesia,Corona di Aceh,Berita Aceh,Plt Gubernur A

Petugas medis membawa seorang pengunjung mal dengan suhu tubuh tinggi saat simulasi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (29/5/2020). Simulasi itu dilakukan untuk memperketat penerapan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Rahmad/wsj.

Banda Aceh (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Aceh menyatakan hanya lima kabupaten/kota di wilayah itu yang masih nihil kasus penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19 di tengah terus bertambahnya laporan warga yang dinyatakan positif.

"Tinggal Aceh Tenggara, Aceh Barat, Aceh Singkil, Nagan Raya, dan Subulussalam, yang masih nihil COVID-19," kata Juru Bicara GTPP COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, di Banda Aceh, Kamis.

Di seluruh Provinsi Aceh ada sebanyak 18 kabupaten dan lima kota,

Ia menjelaskan COVID-19 mulai menjalar ke Aceh Tengah di mana pada Rabu (29/7) Aceh melaporkan peningkatan kasus yang drastis yakni mencapai 45 orang dalam sehari.

Di Aceh Tengah, katanya, muncul kasus perdana yang sekaligus mencapai tiga orang. Kendati demikian warga diminta tetap tidak panik, namun disiplin mejalankan protokol kesehatan.

"Tiga kasus pertama COVID-19 Aceh Tengah itu merupakan bagian dari 45 kasus baru yang dilaporkan dari 11 kabupaten/kota di Aceh," katanya.

Dari 45 kasus baru itu, tambahnya, 11 di antaranya warga Bener Meriah, delapan orang warga Aceh Tamiang, dan masing-masing enam orang warga Bireuen, Aceh Besar.

Kemudian, kata dia, empat orang warga Lhokseumawe, tiga orang warga Aceh Tengah, tiga orang warga Aceh Selatan, dan masing-masing satu orang warga Aceh Utara, Aceh Barat Daya, Pidie, dan Banda Aceh.

Menurut jubir yang akrab disapa SAG itu, 45 kasus baru itu merupakan lonjakan tertinggi COVID-19 sepanjang pandemi COVID-19 menjalar di Aceh mulai akhir Maret 2020.

SAG mengajak warga untuk tidak menyepelekan potensi ancaman penularan yang lebih luas. Karena itu, protokol kesehatan pencegahan penularannnya harus dijalankan oleh semua pihak, baik secara pribadi mapun komunitas.

“Apabila protokol kesehatan sudah menjadi perilaku baru dalam keseharian semua orang, potensi penularan virus corona dalam suatu komunitas pun menjadi lebih rendah,” katanya.

Secara kumulatif, Aceh melaporkan 238 kasus COVID-19, di antaranya 132 orang dalam perawatan medis, 94 orang dinyatakan telah sembuh, dan 12 orang meninggal dunia, demikian Saifullah Abdulgani.

Baca juga: Enam daerah di Aceh masih nihil kasus COVID-19

Baca juga: Kasus meningkat, IDI: Aceh harus terapkan kembali pembatasan sosial

Baca juga: GTPP Aceh: Dua jenazah positif COVID-19 dimakamkan tanpa protokol

Baca juga: Pangdam IM ajak masyarakat Aceh putus rantai penyebaran COVID-19

Baca juga: Jubir: Lonjakan kasus COVID-19 Aceh karena hasil tracing

Pewarta : Khalis Surry
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar