Polisi: Mucikari VS dapat komisi Rp10 juta

id Vs,Artis,Polda Lampung,Polresta Bandarlampung

Pekerja Seni VS yang diamankan oleh Polisi terkait prostitusi online saat sedang melakukan konferensi pers di Mapolresta Bandarlampung, Kamis. (30/7/2020). ANTARA/Dian Hadiyatna/am.

Bandarlampung (ANTARA) - Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan bahwa mucikari yang menawarkan jasa VS ke pengusaha mendapatkan komisi sebesar Rp10 juta.

"Ada dua mucikari dalam kasus ini dengan inisial MMA dan MK. Mereka mengaku masing-masing mendapatkan Rp5 juta," kata Pandra saat konferensi pers di Mapolresta Bandarlampung, Kamis.

Baca juga: Polri benarkan artis berinisial VS adalah Vernita Syabilla

Ia mengemukakan, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh tim Polresta Bandarlampung, kedua mucikari tersebut memasang tarif untuk pelayanan oleh wanita yang diduga pekerja seni tersebut sebesar Rp30 juta.

"Dari kasus tersebut disita beberapa barang bukti, di antaranya uang tunai sebesar Rp15 juta dan bukti transfer bank dari sejumlah uang sebesar Rp15 juta dan Rp1 juta," katanya.

Selain itu, lanjut dia, polisi juga menyita barang bukti berupa nota pembayaran salah satu hotel berbintang di Bandarlampung, alat kontrasepsi, dan tiga telepon seluler (ponsel).

Baca juga: Pengusaha Lampung pesan VS artis FTV melalui medsos

"Jadi modus operandinya kedua mucikari tersebut dengan cara menawarkan jasa prostitusi via ponsel kepada calon penikmat jasa dengan terlebih dahulu mentransfer sejumlah uang dan uang muka sesuai dengan kesepakatan serta wajib mempersiapkan akomodasi dan fasilitas yang disepakati," katanya.

Sebelumnya, Unit PPA Satreskrim Polresta Bandarlampung telah menangkap tiga orang terkait dugaan prostitusi "online" yang melibatkan pekerja seni dengan inisial VS di salah satu hotel berbintang di Bandarlampung.

Baca juga: VS, artis FTV ditangkap polisi pasang tarif Rp30 juta

Selain VS, polisi juga menangkap dua orang yang diduga sebagai mucikari dengan Inisial MK dan MMA dari kasus dugaan prostitusi daring yang melibatkan artis tersebut.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar