Gus Jazil ajak masyarakat perkuat Pancasila untuk bangun bangsa

id MPR RI,PKB,Sosialisasi Empat Pilar,Pancasila

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid (tengah), saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Flores, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/7). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan semua agama yang ada di Indonesia menjiwai nilai-nilai Pancasila karena itu semua pihak harus ikut menguatkan ideologi bangsa untuk membangun bangsa dan negara.

"Saya mengajak seluruh masyarakat menguatkan Pancasila untuk membangun bangsa dan negara," kata Jazilul dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Gus Jazil: Masyarakat Flores jadikan keragaman sebagai kekuatan

IBaca juga: Menjaga situs Bung Karno, Gus Jazil: Agar anak dan cucu paham sejarah

Hal itu dikatakan Jazilul saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Flores, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/7).

Dia mengatakan, masyarakat Pulau Flores mayoritas beragama Katolik sehingga ada ungkapan Soegijapranata bahwa di wilayah tersebut 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia.

Dia bersyukur di Kabupaten Ngada rasa persatuan dan kesatuan terjaga dan diakuinya bahwa nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan masyarakat di NTT.

"Diceritakan bagaimana saat Bung Karno menjalani pengasingan di Ende, menemukan nilai-nilai dan dasar-dasar negara. Nilai-nilai itu yang perlu terus dilestarikan dan dijaga," ujarnya.

Politisi PKB itu mengatakan, dunia saat ini sedang dilanda Pandemi COVID-19 sehingga dirinya datang ke Kabupaten Ngada melalui prosedur protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Baca juga: MPR: Tingkat kepercayaan meningkat bukti respon positif publik

Pandemi COVID-19 menurut dia tidak hanya melanda Indonesia namun juga seluruh dunia, misalnya negara-negara di Eropa yang terimbas wabah itu membuat gerak perekonomian menjadi minus, akibatnya seluruh negara yang terdampak mengalami atau diambang krisis.

"Kita tidak tahu kapan wabah ini berawal dan kapan berakhir. Tidak jelasnya penularan COVID-19 membuat semua pihak pontang-panting mengatasinya," katanya.

Menurut dia, dalam melawan COVID-19, jangan semua daerah disamaratakan dan jangan semua sekolah dan pasar ditutup.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu mengatakan kalau semua daerah disamaratakan maka bisa berbahaya dan merugikan masyarakat.

"Tidak semua daerah zona merah, ada daerah yang berzona hijau, Kabupaten Ngada zona aman namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Sikap yang berlebihan dalam menghadapi COVID-19 tidak menguntungkan masyarakat," ujarnya.

Jazilul yang biasa disapa Gus Jazil itu mengatakan, pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi tantangan dalam masalah perekonomian dan kesehatan namun juga dalam masalah kebangsaan karena Pancasila juga diuji.

Dia menilai dalam melawan COVID-19 diperlukan sikap kebersamaan dan saling membantu, untuk itu diharapkan sikap gotong royong dan menjaga persatuan perlu dikedepankan.

Baca juga: MPR ajak artis film sosialisasikan Empat Pilar

Baca juga: Gus Jazil gunakan 'Gowes To Nation' sosialisasi empat pilar MPR


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar