Harga emas "rebound" 19,1 dolar AS, investor kembali memburu aset aman

id harga emas,bursa Comex,suku bunga rendah

Petugas menunjukkan logam mulia emas 24K 100gram di BNI Syariah Pusat, Jakarta. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Koz.

Chicago (ANTARA) - Harga komoditas emas naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound dari aksi ambil untung sehari sebelumnya, karena kemerosotan dolar AS dan angka-angka ekonomi yang buruk memicu serbuan terhadap aset aman logam mulia, yang berada di jalur untuk kenaikan bulanan tertinggi sejak Februari 2016.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 19,1 dolar AS atau 0,97 persen, menjadi ditutup pada 1.985,90 dolar AS per ounce. Emas berjangka turun 11,1 dolar AS atau 0,57 persen, menjadi 1.942,30 dolar AS per ounce pada Kamis (30/7/2020).

Emas berjangka juga naik 8,8 dolar AS atau 0,45 persen menjadi 1.953,40 dolar AS pada Rabu (29/7/2020), setelah terangkat 13,6 dolar AS atau 0,7 persen menjadi 1.944,6 dolar AS pada Selasa (28/7/2020). Berhasil menembus level psikologis 1.900 dolar AS, melonjak 33,5 dolar AS atau 1,77 persen, menjadi 1.931 dolar AS pada Senin (27/7/2020).

"Lingkungan makro masih tetap sangat positif dan harga terus melacak suku bunga riil ... pelemahan ekstrem dalam dolar telah membantu menopang harga emas lebih lanjut," kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

Dolar berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar dalam hampir satu dekade.

Data menunjukkan ekonomi AS mengalami pukulan terberat pada kuartal kedua akibat pandemi sejak Depresi Hebat, sementara investor juga bersiap menghadapi situasi politik yang tidak pasti di negara itu.

Emas telah melonjak hampir 30 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh suku bunga rendah secara global dan stimulus luas dari bank-bank sentral menambah dukungan untuk logam yang dianggap sebagai tempat berlindung dari inflasi dan penurunan nilai mata uang.

"Dengan kebijakan suku bunga sudah pada atau bahkan di bawah batas nol, dukungan untuk harga emas berasal dari inflasi yang lebih tinggi, dalam pandangan kami," kata BofA Global Research, yang memperkirakan emas akan mencapai 3.000 dolar AS per ounce dalam 18 bulan mendatang.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 85,4 sen atau 3,66 persen, menjadi ditutup pada 24,216 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 6,3 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi menetap pada 918,9 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas jatuh, aksi ambil untung hentikan reli sembilan sesi beruntun
Baca juga: Emas kian perkasa, naik 8,8 dolar setelah Fed tahan suku bunga rendah
Baca juga: Emas terus menguat, naik lagi 13,6 dolar jelang pertemuan Fed AS

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar