Gara-gara tersenggol, petugas dishub pecahkan kaca angkot di Jaktim

id Dishub, Jaktim, pertikaian aparat

Petugas Dinas Perhubungan berinisial IR memperlihatkan selembar kertas yang disebut sebagai surat perdamaian dengan seorang pengendara angkot di halaman parkir Mapolsek Pulo Gadung, Jakarta Timur, Minggu (2/7/2020). Perikaian anggota Dishub dan pengendara angkot dipicu senggolan sehingga berujung pemecahan kaca kendaraan. (ANTARA/HO-Polsek Pulo Gadung).

Jakarta (ANTARA) - Seorang pria berseragam Dinas Perhubungan (Dishub) berinisial IR  memecahkan kaca angkutan kota (angkot) setelah insiden senggolan di lampu lalu lintas  Jalan Pemuda, Rawamangun, Minggu siang.

"Saat itu sudah lampu hijau, dia nerobos, saya kesenggol. Saya refleks aja," kata IR usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pulo Gadung.

Pertikaian IR dengan seorang pengendara angkot Mikrolet 02 jurusan Kampung Melayu-Rawamangun itu dilaporkan terjadi pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Seorang perempuan jatuh dan pingsan di bawah Halte Klender

IR merasa kesal akibat tubuhnya terserempet angkot Mikrolet hingga aksi pemecahan kaca bagian kursi penumpang itu terjadi.

Sementara itu menurut keterangan sopir angkot, Mat Sani, bahwa IR yang justru melanggar lampu merah.

"Saya sempat mau selesaikan baik-baik, tapi datang teman-temannya ramai. Ada yang naik ke dalam mobil saya juga. Namanya saya orang tua terus dia petugas ya saya takut," katanya.

Baca juga: Dishub Jaktim hentikan operasional dua bus AKAP

IR maupun Mat sani dibawa petugas ke Mapolsek Pulogadung untuk dimintai keterangan.

Setelah itu kedua pihak memilih jalan damai dengan menandatangani surat perdamaian di atas materai.

Baca juga: 12 titik jalan di Jaktim dipasang lampu penyeberangan orang

"Saya milih damai lah, dia petugas saya takut diapa-apain nanti di jalan. Kerusakan ganti sendiri-sendiri," kata Mat Sani.

Mat sani pun berharap agar tidak ada lagi aksi serupa terjadi dan berharap agar tidak ada lagi arogansi dari petugas terhadap pengemudi.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar