KONI Sulteng berharap dana hibah bisa secepatnya cair

id koni sulteng, dana hibah, pon 2020

Ketua Umum KONI Sulteng, Drs Anwar Ponulele MSi.(Foto Antara/Anas Masa).

Palu (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah berharap dana hibah yang setiap tahunnya dialokasikan pemerintah provinsi untuk operasional maupun pembinaan olahraga di daerah itu bisa secepatnya cair.

Apalagi, kata Ketua Umum KONI Sulteng, Anwar Ponulele di Palu, Senin, tahun 2021 akan berlangsung Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua setelah tertunda pada Oktober 2020 karena pandemi COVID-19.

Menghadapi kegiatan besar olahraga di Tanah Air itu, tentu butuh kesiapan dana cukup besar, sebab selain akan dilaksanakan pemusatan latihah daerah (pelatda) terpusat cabang-cabang olahraga yang sudah dinyatakan lolos, juga tentu harus didukung dengan peralatan-peralatan yang dibutuhkan oleh para atlet.

Baca juga: Sulteng usulkan pelaksanaan PON XX pada Juli 2021

Karena itu, kata dia, butuh dana yang cukup besar. Pada 2020, KONI telah mengusulkan anggaran yang dibutuhkan,termasuk untuk pelaksanaan pelatda dan pemberangkatan atlet dan ofisial ke tempat pelaksanaan PON di Provinsi Papua.

"Saat itu kita usulkan anggaran sebesar Rp40 miliar," kata Anwar.

Menjawab pertanyaan, Anwar menegaskan pelaksanaan pelatda tentu menunggu kesiapan pendanaan, sebab selama ini KONI Sulteng hanya berharap dari dana hibah Pemprov Sulteng.

Soal program pelatda, semuanya sudah dipersiapkan sebelum adanya virus corona. "Jadi sekarang ini, kita hanya menunggu anggaran saja dan jika sudah ada pelatda akan dilaksanakan.

Namun demikian, sambil menunggu dana dimaksud, Anwar meminta atlet-atlet yang sudah merebut tiket ke PON XX/2021 agar tetap melakukan latihan di rumah saja.

Baca juga: Sulteng loloskan 21 cabang ke PON XX Papua

Paling tidak, kata dia, ada latihan-latihan ringan agar fisik dan kesehatan tetap terjaga dengan baik. Bagaimanapun jika atlet tidak melakukan latihan, meski hanya latihan ringan, tentu akan sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik dan kesehatannya.

Pemusatan latihan lebih baik di rumah saja untuk menghindari penyebaran virus corona. Bagaimanapun protokol kesehatan wajib dilakukan demi keselamatan jiwa."Itu yang lebih penting dari pada prestasi," ujarnya.

Nanti jika kondisi sudah normal dan pelatda ditetapkan, baru semua atlet latihan terpusat di suatu tempat yang ditetapkan untuk menjalani penggodokan menjelang pelaksanaan PON. "Kita juga berharap 2021 kondisi bangsa kita sudah benar-benar aman dari virus corona, sebab jika belum, maka kegiatan PON tentu bisa batal lagi," demikian Anwar Ponulele. 

Pewarta : Anas Masa
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar